Home Headline Pemprov Jateng Segera Bangun VIP Room di Bandara A Yani

Pemprov Jateng Segera Bangun VIP Room di Bandara A Yani

386
0

SEMARANG, 3/8 (Beritajateng.net) – Terminal baru Bandara A Yani Semarang pada akhir tahun anggaran 2018 ini akan dilengkapi dengan ruang VIP (VIP room). Pembangunan VIP room ini dimaksudkan untuk ruang transit bagi pejabat dan masyarakat baik keberangkatan maupun kedatangan.

“Di bandara A Yani yang baru kita belum punya VIP Room, kalau ada presiden atau pejabat tinggi lain yang terbang melalui A Yani kerepotan pengamanannya,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto usai memimpin kunjungan kerja di Pemprov Kalimantan Selatan bersama Biro Umum Pemprov Jateng, Kamis (2/8).

Asfirla menjelaskan, keberadaan VIP room selain untuk memberikan servis kepada VIP persone juga dimaksudkan untuk menggalang PAD dari retribusi pemanfaatan VIP room tersebut.

“Di Banjarmasin ini kami coba menggali bagaimana pengelolaan VIP room Bandara Samsudin Noor oleh Pemprov Kalsel. Termasuk apa saja kendala yang dihadapi,” jelasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu menambahkan, Kalsel saat ini sedang membangun bandara baru yang bakal menjadi bandara terbesar di pulau Kalimantan dan akan selesai akhir 2019. Sehingga pengalaman mengelola VIP Room selama ini dan rencananya setelah bandara baru beroperasi sangat bermanfaat bagi Pemprov Jateng.

Assisten Administrasi dan Umum Pemprov Kalsrl Syamsir Rahman menjelaskan, secara garis besar pengelolaan aset di Kalsel tidak jauh berbeda dengan Jateng karena sudah dipagari dengan sejumlah peraturan perundangan yang sama. Sedangkan untuk aset VIP Room di bandara Samsudin Noor selama ini belum menghasilkan PAD, mengingat bandara itu sendiri adalah fasilitas pelayanan publik yang kewenangan sepenuhnya berada di Angkasa Pura meski yang membangun VIP room Pemprov Kalsel.

“Kalau boleh jujur, aset VIP Room itu milik Pemprov, tetapi Pemprov pula yang membayar pemanfaatannya. Karena itu ke depan akan kami rumuskan bersama Angkasa Pura,” ujar Syamsir.

Syamsir optimis nantinya VIP room bisa mendatangkan PAD yang signifikan bagi Pemprov Kalsel. Optimismenya itu karena Pemprov Kalsel memiliki bargaining, bahwa yang membebaskan lahan sekaligus juga yang membangun bandara baru itu adalah Pemprov Kalsel, meski pun lahan bandara nanti akan dibeli oleh Angkasa Pura. “Bangunannya tetap milik Pemprov,” jelasnya

(NK)