Home Lintas Jateng Pemkot Surakarta Gunakan Mobil Dinas Rental

Pemkot Surakarta Gunakan Mobil Dinas Rental

image

Solo, 8/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Surakarta dalam memenuhi kebutuhan mobil dinas akan lebih mengedepankan dengan cara sewa atau rental, untuk itu pada anggaran 2015 tidak ada rencana untuk pengadaan mobil baru.

Pemkot Surakarta baru berencana mengadakan pengadaan mobdin pada tahun 2016, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta Budi Suharto kepada wartawan di Solo, Senin.

Ia mengatakan, langkah pengadaan mobdin dengan sistem sewa atau rental masih menjadi pilihan Pemkot Surakarta. Pemkot menilai pengadaan mobil sistem rental jauh lebih efisien dibandingkan membeli mobil baru.

Dikatakan hal ini bukannya tidak taat terhadap Gubernur atau mana. Sewa mobil itu kaitannya dengan efisiensi. Pilihan sewa itu semata-mata didorong menjadi efisiensi. Tapi konon pusat atau provinsi merasa ternyata ada praktek penyimpangan lewat sewa yang menjadi inefisien, terkait adanya Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 910/212/2014 tentang Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2015 ihwal larangan sewa kendaraan bagi Pemerintah Daerah (Pemda).

Budi mengatakan secara administrasi tidak bisa serta merta jika menghentikan proses sewa kendaraan dinas yang sudah berlaku selama ini. Kendaraan sewa ini digunakan sebagai kendaraan operasional yang tersebar di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Ia mengatakan, apabila kontrak dihentikan per 1 Januari mendatang, menurut Sekda, hal itu tentu akan berimbas pada pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, imbuh Sekda, di satu sisi Pemkot tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobdin baru di 2015.

Dikatakan dalam hal ini pihaknya segera melayangkan surat ke Gubernur ihwal larangan sewa kendaraan tersebut. Sekda meminta Gubernur maupun Pemerintah Pusat bisa memberikan toleransi kepada Pemkot. Minimal, Sekda menambahkan baru akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobdin baru pada APBD Perubahan (APBD-P) 2015 mendatang. Pengadaan mobdin baru untuk mengganti kendaraan sewa yang selama ini digunakan sebagai kendaraan operasional SKPD.

“Ya kami taat kok, hanya kami baru siap meniadakan sewa kendaraan di 2016. Ya minimal sampai Perubahan nanti kami siapkan pengadaan mobdin baru,” katanya.

Ia mengatakan Pemkot mengalokasikan anggaran untuk sewa kendaraan per tahun mencapai Rp2 miliar. Di mana untuk sewa satu unit kendaraan hitungan nilai sewa per tahun Rp60-Rp70 juta. Artinya dengan alokasi Rp2 miliar, jumlah kendaraan yang disewa Pemkot ada sekitar 30 unit.

Dikatakan jika dibanding pengadaan mobdin baru harga beli mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) rata-rata Rp180-Rp200 juta, Sekda mengatakan dana Rp2 miliar hanya mampu membeli 10 unit mobil baru. “Belum ditambah perawatan yang tinggi. Celah teman-teman main di pemeliharaan terbuka lebar. Beda dengan rental, biaya pemeliharaan nol. Karena ditanggung sana (rental) semua,” katanya.(ant/pj)