Home Lintas Jateng Pemkot Surakarta Akan Evaluasi Penghuni Rusunawa

Pemkot Surakarta Akan Evaluasi Penghuni Rusunawa

rusunawa solo
(foto: surakarta.go.id)
rusunawa solo
(foto: surakarta.go.id)

Solo, 27/11 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan mengevaluasi penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk mengantisipasi penyalahgunaan rumah tinggal yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu.

“Kami setiap tahun melakukan evaluasi penghuni Rusunawa dan apabila diketahui ada warga yang mampu tetapi tinggal di rumah ini ya akan dicoret dan izin tinggal dicabut atau tidak diperpanjang lagi,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta, Toto Jayanto kepada wartawan di Solo, Kamis.

Ia mengatakan selama ini banyak penghuni yang disinyalir sebagai warga mampu. Hal ini diketahui dari adanya mobil yang digunakan oleh penghuni tersebut. Tetapi, pihaknya mengaku kesulitan saat hendak membuktikan kepemilikan kendaraan roda empat tersebut.

“Mereka sering mengaku mobil itu bukan miliknya, tetapi milik kantor atau mereka seorang makelar. Jadi saya juga kesulitan untuk membuktikannya, bahwa mobil itu benar-benar miliknya,” katanya.

Ia mengatakan jika ada warga yang terbukti memiliki kendaraan roda empat, maka pihaknya dengan tegas akan menghentikan izin tinggal warga tersebut. “Karena mereka sudah tergolong sebagai warga yang mampu, dan tidak berhak tinggal di Rusunawa,” katanya.

Toto mengatakan selama ini UPTD hanya bisa mengandalkan pengawasan hanya dari petugas yang berjaga di Rusunawa. Karena pihak Ketua Rukun Tetangga (RT) dinilai kurang kooperatif dalam memberikan informasi kepada UPTD. Padahal, seharusnya Ketua RT sebagai pemimpin di Rusunawa paling tidak mengetahui mengenai warganya dan pekerjaannya.

“Kami hanya ada petugas saja, kalau dari Ketua RT belum ada informasi,” kata Toto sambil menambahkan saat ini di Kota Solo terdapat tujuh Rusunawa. Diantaranya Rusunawa Begalon I, Begalon II, Dua Rusunawa di Semanggi, Kekov dan dua Rusunawa Jurug.

Rusunawa ada yang terdiri dari satu twin blok maupun dua twin blok. Sementara jumlah kamar setiap twin blok terdiri dari 96 kamar ditambah dua kamar untuk difabel. Untuk harga sewanya, bervariasi mulai dari Rp70.000 sampai Rp100.000.

Untuk kamar paling dasar yakni lantai I harga sewa per bulannya sebesar Rp100.000, lantai II Rp90.000, lantai III Rp80.000 dan lantai IV Rp70.000.

Tarif sewa itu belum termasuk pajak listrik dan air yang jumlahnya bergantung pemakaian warga. Dan uang sewa ini dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulannya.(ant/pj)