Home Nasional Pemkot Surabaya Siap Bongkar Bangunan Liar

Pemkot Surabaya Siap Bongkar Bangunan Liar

282

Surabaya, 1/1 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Surabaya menyatakan siap membongkar bangunan liar tidak berizin yang selama ini untuk berjualan di sepanjang Jalan Setail atau berada di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam waktu dekat ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, mengatakan bahwa pemkot saat ini masih melakukan kajian terkait dengan lokasi pengganti untuk berjualan bagi warga yang menempati bangunan liar itu.

“Untuk masalah tempat pengganti dari bangunan liar yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal, Pemkot Surabaya sudah menyediakan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Siwalankerto,” katanya.

Menurut dia, semua pedagang juga sudah setuju untuk pindah ke rusun tersebut. Hanya saja, lanjut dia, warga masih minta agar dicarikan lokasi pengganti untuk berjualan selain di Jalan Setail.

Untuk lokasi tempat berjualan, lanjut dia, rencananya akan ditempatkan di balik tembok dari tempat mereka berjualan selama ini yang masuk di kawasan KBS.

Untuk memastikannya, lanjut dia, saat ini pihak kecamatan dan juga direksi KBS, masih terus melakukan kajian.

“Kalau tempat berjualan ini sudah dipastikan oleh KBS maupun kecamatan, segera kami lakukan pembongkaran. Kemungkinan besar bulan ini pembongkaran bisa dilakukan,” katanya.

Berdasarkan data yang masuk ke Satpol PP, dari 71 kepala keluarga (KK) yang menempati bangunan liar ini, tiga di antaranya yang berasal dari luar Surabaya.

Rusun Siwalankerto yang disediakan pemkot setempat diprioritaskan untuk warga yang ber-KTP Surabaya.

Di rusun itu, warga yang sudah berusia lanjut akan ditempatkan di lantai dua, sedangkan yang mengalami sakit atau cacat akan menempati lantai satu. Warga yang usianya masih relatif muda dan sehat akan menempati lantai tiga atau empat.

Setiap KK akan mendapatkan kamar seluas 24 meter persegi dengan standar untuk dipakai empat anggota keluarga.

Terkait dengan retribusi untuk lantai satu dikenai retribusi sebesar Rp91 ribu per bulan, lantai dua Rp81 ribu/bulan, lantai tiga Rp71 ribu/bulan, dan lantai empat sebesar Rp61 ribu/bulan.

Untuk bangunan PKL yang dibongkar, kata dia, Pemkot Surabaya tak memberikan ganti rugi sebab lahan yang mereka tempati selama puluhan tahun itu milik Pemkot Surabaya.

Pedagang kaki lima sendiri sejauh ini tidak mengantongi izin untuk mendirikan bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal dan juga berjualan ini.

“Setelah bangunan semipermanen di Jalan Setail ini rata dengan tanah, selanjutnya akan dilakukan normalisasi saluran air. Selama ini saluran yang ada dibawah bangunan untuk warung ini tak berfungsi maksimal,” kata Irvan. (Ant/BJ)