Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Targetkan Pembangunan Pasar Johar Rampung 2020

Pemkot Semarang Targetkan Pembangunan Pasar Johar Rampung 2020

32
0
Pedagang mulai memperbaiki lapak dagangan mereka agar dapat beraktifitas kembali di lapak sementara pasar Johar di kawasan MAJT.

Semarang, 30/7 (BeritaJateng.net) – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan pembangunan Pasar Johar baru rampung dan sudah bisa ditempati kembali oleh pedagang pada awal 2020.

“Targetnya maksimal rampung pada 2020. Selama masih dipercaya, saya pasti kawal agar sesuai target terselesaikan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang.

Menurut dia, para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Johar dan sekarang menempati relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang juga menghendaki secepatnya dirampungkan.

Pasar Johar Semarang, kata dia, terdiri atas beberapa pasar, yakni Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Utara, Pasar Johar Selatan, Pasar Yaik Permai, Pasar Yaik Baru, dan Pasar Kanjengan.

“Ya, kami berupaya meminta bantuan Kementerian Perdagangan agar Pasar Johar baru segera selesai sehingga awal 2020 seluruh pedagang bisa menempati. Tidak ada lagi yang direlokasi,” katanya.

Pembangunan Pasar Johar baru akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengembalian alun-alun pasar di depan Masjid Agung Semarang atau lebih dikenal dengan nama Masjid Kauman Semarang.

Nantinya, kata dia, di kawasan yang sekarang ada pos polisinya akan dijadikan alun-alun, sementara di area “basement”-nya akan dijadikan tempat perkir dan sebagian untuk pedagang “pancakan”.

Saat ini, kata dia, Dinas Perdagangan masih fokus untuk menyelesaikan Pasar Kanjengan yang juga ikut dibangun, yakni merelokasi pedagang ke tempat relokasi di kawasan MAJT Semarang.

“Ya, namanya tempat relokasi pasti ukurannya lebih kecil sedikit. Kami mohon pengertiannya,” kata Fajar, sekaligus menjawab keluhan pedagang Pasar Kanjengan terkait tempat relokasi.

Sebenarnya, kata dia, jika sesuai dengan keputusan pengadilan maka PT Pagar Gunung Kencana, beserta pedagang di dalamnya harus meninggalkan lokasi Pasar Kanjengan tanpa syarat apapun.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Semarang tetap memikirkan dampak sosialnya jika tidak difasilitasi tempat relokasi sehingga disediakan relokasi Sementara Pasar Johar Blok F.

“Kami berpikir, jika tidak disediakan tempat relokasi nanti bagaimana? Kasihan pedagang. Ya, yang penting bisa segera dibangun agar pedagang bisa menempati lagi,” pungkasnya. (El)