Home Kesehatan Pemkot Semarang Targetkan 150ribu Warga Terkover BPJS Kesehatan

Pemkot Semarang Targetkan 150ribu Warga Terkover BPJS Kesehatan

136
0
Pemkot Semarang menggandeng BPJS Kesehatan menggelar pemeriksaan IVA dan SADANIS
***Semarang Menuju Universal Healty Coverage (UHC)
           Semarang, 25/10 (BeritaJateng.net) – Jaminan kesehatan untuk semua kalangan masyarakat yang diprogramkan Presiden Joko Widodo telah diimplementasikan dengan baik oleh pemerintah Kota Semarang, dengan melauncing program Universe Healty Coverage (UHC).
           Program UHC ini merupakan jaminan kesehatan untuk masyarakat kota semarang untuk kamar kelas tiga, dan tidak memandang status apapun, Sehingga bisa dimanfaatkan semua golongan masyarakat. Dalam peluncurannya di Rumah Sakit KMRT Wongsonegoro, Rabu (25/10/2017) Pemerintah Kota Semarang menggandeng BPJS Kesehatan sebagai mitra.
             Kepada wartawan, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, program Universe Healty Coverage merupakan peran Pemerintah melalui BPJS Kesehatan dapat melindungi warganya dan memberikan jaminan pengobatan gratis termasuk opname dengan fasilitas kamar kelas 3.
            “Prinsip UHC ini masyarakat mendapatkan pengobatan gratis hingga opname di kelas kamar 3. Jadi, kalau pingin masuk program ini begitu sakit langsung kita cover, secara umum warga semarang mulai hari ini mendapatkan fasilitas kesehatan kelas 3 kecuali mereka yang mempunyai keanggotaan BPJS Kesehatan,” jelasnya.
           Menurutnya progam ini dapat dimanfaatkan bagi semua warga Semarang, dengan cara mendaftar ke Dinas Kesehatan ketika sakit. Adapun syarat yang harus diikuti yakni warga yang bersangkutan tidak terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan di BPJS.
           “Kita sudah investarisir target 150 ribu warga Kota Semarang belum punya BPJS Kesehatan, kita biayai pakai APBD Kota. Tidak ada kriteria, sepaanjang dikelas tiga untuk perawatannya kita akan tanggung meng cover semua persoalan kesehatan warga Semarnag. Anggaran saat ini Rp. 75 M tapi kalau ada penambahan kalau kurang di bayar di perubahan kalau tidak di murni 2018 nanti. Sudah dikorndinasikan kok sama Direksi BPJS nya,” kata Hendi sapaan akrab Walikota Semarang ini.
             Saat ini Pemerintah kota Semarang baru mendaftarkan 93 ribu warga namun ditargetkan akhir tahun 2017 dapat tercapai hingga 150 ribu warga dari 175 ribu warga Semarang yang belum terdaftar di BPJS kesehatan. Sementara untuk ketersediaan kamar kelas 3, Walikota merekomendasikan kepada warga untuk menjadikan Rumah Sakit KMRT WOngsonegoro sebagai jujukan warga.
             “Ketersediaan kamar Kami di RSUD KMRT Wongsonegoro lebih pada pelayanan kepada masyarakat kelas 3. Saat ini baru ada gedung Nakula dan sedang dibangun tahu ini juga gedung Sadewa. Fasilitas khusus lebih baik seperti AC dan alat-alat penanganan yang kita lakukan terus investasi,” imbuh Hendi.
            Sementara itu, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari sangat mengapresisi program Pemkot Semarang yang memberikan jaminan kesehatan bagi warga Semarang. Meski masyarakat diuntungkan dengan adanya jaminan kesehatan ini, Andayani meminta agar masyarakat tetap menjaga lingkungan dan kesehatannya.
             “Bersyukur bagi masyarakat kota Semarang yang memiliki pemimpin yang konsen terhadap jaminan kesehatan masyarakatnya. Saat ini secara nasional baru 54 Kab/kota yang menjadi bagian dari program Universe Healty Coverage sedangkan kota Semarang merupakan kota pertama di Jawa Tengah yang memberikan jaminan kesehatan bagi warganya,” ungkap Andayani.
             Selain launching Program Jaminan Kesehatan bagi 93 ribu warga semarang, dalam kesempatan ini pemkot dan BPJS Kesehatan melaksanakan pemeriksaan deteksi dini kanker Servik dan kanker Payudara di klinis Rumah Sakit KMRT Wongsonegoro, yang dilakukan kepada 100 wanita. (Bj/El)