Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Sukses Atasi Masalah Pasar Tumpah Saat Mudik

Pemkot Semarang Sukses Atasi Masalah Pasar Tumpah Saat Mudik

336
Pemkot Semarang Sukses Atasi Masalah Pasar Tumpah Saat Mudik

SEMARANG, 6/6 (BeritaJateng.net) – Sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang berpotensi menjadi hambatan samping kemacetan arus mudik lebaran 2019. Berdasarkan pemantauan tim dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan (Disdag), dan Satpol PP Kota Semarang, beberapa pasar tradisional yang berpotensi kemacetan antara lain, Pasar Mangkang, Pasar Karangayu, Pasar Mijen, Pasar Ngaliyan, Pasar Peterongan, Pasar Pedurungan, Pasar Genuk, dan Pasar Gayamsari.

Pasar tersebut berada di tepi jalan yang dimungkinkan dilalui banyak pemudik. Sehingga, jika terjadi pasar tumpah, akan cukup menganggu lalu lintas.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, selain beberapa pasar yang telah disebutkan, dia juga kerap mendapat laporan pedagang musiman berjualan di trotoar daerah Penggaron menuju arah Pucang Gading. Banyaknya pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar juga menyebabkan hambatan lalu lintas. Selain itu, lalu lalang pembeli di seputaran Jalan Agus Salim, Kawasan Johar, juga menjadi hambatan samping terjadinya kemacetan.

“Tentu titik-titik tersebut menjadi hambatan samping karena banyak yang lalu lalang menyeberang jalan sehingga memperlambat kecepatan kendaraan,” tutur Danang.

Adapun antisipasi yang dilakukan, lanjut Danang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdag dan Satpol PP agar hambatan samping kemacetan lalu linras pada saat arus mudik dapat diminimalisasi.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menuturkan, pihaknya telah menyiagakan personil yang akan melakukan penertiban jika mendapati pedagang yang berjualan hingga memakan trotoar dan bahu jalan.

“Kami mulai waspadai pasar tumpah. Nanti H-5 hingga H+2 kami akan terjunkan petugas. Kami jadwal setiap hari agar tidak terjadi pasar tumpah,” terangnya.

Pasar yang berada di jalur pantura dan jalan protokol, sebut Nurkholis, menjadi tempat yang sangat diantisipasi, semisal Pasar Mangkang dan Pasar Karangayu.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, tidak akan memberikan toleransi kepada pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar dan bahu jalan. Pihaknya tak segan untuk menertibkan para pedagang yanh melanggar peraturan. Hal ini dilakukan agar memberikan kenyamanan bagi para pemudik sehingga arus lalu lintas bisa lancar.

“Kalau mau mremo harus tetap di dalam pasar. Kami tidak ada tolerir karena kami menerima tamu (pemudik) dari berbagai daerah, kami nanti koordinasikan dengan Disdag agar pedagang tertib,” tegasnya.

Fajar menambahkan, untuk mengantisipasi pasar tumpah, Satpol PP menerjunkan dua regu yang masing-masing beranggotakan 11 perugas. Mereka akan mobile atau melakukan pengawasan secara bergeser ke titik yang dimungkinkan terjadi pasar tumpah.

“Kami akan mulai mobile Senin depan. Pedagang yang jualan di trotoar bahkan memakan bahu jalan akan langsung kami tertibkan,” tandasnya. (El)