Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Rampungkan Penggantian Tanah Wakaf Pembangunan Jalan Jolotundo

Pemkot Semarang Rampungkan Penggantian Tanah Wakaf Pembangunan Jalan Jolotundo

Penandatangan penggantian tanah wakaf pembangunan jalan alternatif Jolotundo

Semarang, 29/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah kota (Pemkot) Semarang akhirnya ‘merampungkan’ masalah penggantian tanah wakaf Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) yang digunakan untuk pembangunan Jalan Jolotundo. Pemkot membayar Rp 4,2 miliar untuk membeli tanah pengganti yang diserahkan kepada Masjid Kauman.

Kesepakatan dicapai bersamabdalam pertemuan di Balai Kota Semarang, Senin (29/2) sore yang dihadiri pengelola Masjid Kauman, Wali Kota Semarang, Sekda, Badan Pertanahan Nasional, dan Kanwil Kemenag Kota Semarang.

“Dengan pembayaran ini, berarti Pemkot telah memenuhi janji menyelesaikan ganti rugi atau penggantian tanah wakaf Masjid Kauman,’’ kata Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto.

Ganti rugi sebesar Rp 4,2 miliar itu lebih kecil dari nilai appraisal lahan yang digunakan untuk Jolotundo senilai Rp 4,7 miliar. Hal ini karena sisanya sekitar Rp 505 juta diikhlaskan oleh Masjid Kauman sebagai wakaf.

Lahan milik Masjid Kauman yang terkena pelebaran dan pembangunan Jalan Jolotundo seluas 1.756 m2. Kesepakatan pelepasan tanah wakaf ini telah berdasarkan keputusan Kementerian Agama No 89 Tahun 2016, sesuai UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Dalam keputusan Kementerian Agama tersebut, memberikan ijin tukar menukar tanah wakaf Masjid Kauman di Kelurahan Sambirejo, Semarang Tengah. Dengan tanah penukar di Jalan Alun-Alun Selatan No 10 Kelurahan Kauman, Semarang Tengah. Tepatnya di depan Masjid Kauman.

Lahan Masjid Kauman tersebut, ditukar dengan lahan seluas 272 m2 milik H Umar Toha senilai Rp4,2 miliar. Ditambah bangunan yang ada di atasnya seluas 458,6 m2 senilai Rp449 juta. Sehingga jika ditotal harta benda lahan penukar ini sebanding dengan nilai lahan Masjid Kauman yang ditukar, senilai Rp4,7 miliar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, penyelesaian pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Jolotundo ini melalui proses yang panjang. Hingga akhirnya kemarin tuntas dengan pembayaran Rp 4,2 miliar.

‘’Uang itu dibelikan tanah kemudian digunakan sebagai pengganti dari tanah wakaf Masjid Kauman. Kami menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat, seperti BPN, Kemenag, Masjid Kauman, Notaris dan lainnya,’’ ujarnya. Ditambahkan, berdasarkan aturan, lahan wakaf harus diganti dengan tanah wakaf juga.

Usai pertemuan tersebut, pihak pemkot juga menyerahkan kembali kain kafan yang pernah diberikan oleh pihak pengelola Majid Kauman. Sebelumnya, pihak pengelola masjid pernah memberikan kain sebagai aksi protes karena tidak kunjung selesainya persoalan ganti rugi tanah wakaf. Padahal telah dijanjikan selesai pada akhir 2014. (Bj05)