Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Mulai Perbaiki Talud Longsor Pongangan

Pemkot Semarang Mulai Perbaiki Talud Longsor Pongangan

Tinjau Longsor, Hendi: Butuh Waktu Empat Hari Perbaiki Talud Longsor

 

Semarang, 5/4 (BeritaJateng.net) – Perbaikan talud yang longsor di Jalan Raya Manyaran-Gunungpati tepatnya di Kelurahan Pongangan, sudah mulai dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

Menurut pelaksana proyek M Andri, penanganan dilakukan dengan cara membuat talud beton. Pengerjaan sudah mulai dilakukan sejak awal pekan ini.

“Kami mendapat perintah dari Dinas Bina Marga untuk membuat talud di sisi timur Jalan Manyaran-Gunungpati ini,” terangnya, Senin (4/4).

Dijelaskan, penanganan talud yang longsor sebenarnya dilakukan sejak kejadian sekira pertengahan Februari lalu. Namun untuk sementara, lokasi tebing setinggi 4 meter yang longsor, hanya ditutup terpal.

Tujuannya adalah untuk menghindari tingginya curah hujan yang tertangkap area sehingga dapat mengurangi intensitas longsor. Usai anggaran Dinas Bina Marga turun sekitar bulan Maret lalu, kini sudah mulai digarap pelaksanaannya.

“Kalau besarnya anggaran untuk penanganan talud longsor ini, saya kurang tahu. Saya hanya pelaksana lapangan. Yang jelas, tidak sampai sebulan, pekerjaan sudah harus selesai,” tukasnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan jika penanganan talud yang longsor harus dilakukan secara cepat dan tepat. Pasalnya, jalan ini merupakan akses utama warga dan pengguna jalan dari Manyaran ke Gunungpati.

“Kita lakukan perbaikan darurat dulu karena paling cepat dilakukan perbaikan permanen kan sekitar dua bulan lagi. Mungkin bisa dipasang trucuk bambu dulu sebagai pengaman agar longsoran tidak melebar,” ujarnya saat itu.

Dijelaskan, pihaknya bersama Bina Marga sudah bergerak cepat mengatasi talud yang longsor agar tidak melebar. Namun untuk perbaikan permanen, dibutuhkan proses administrasi penganggaran paling cepat dalam satu atau dua bulan ini.

Selama menunggu tersebut, dirinya sudah memerintahkan dinas terkait untuk memasang trucuk. Pemasangan dilakukan agar lokasi longsor yang berada di daerah patahan ini tidak melebar.

“Ini memang daerah patahan jadi cukup sulit rekayasa teknisnya, tapi akan tetap kita upayakan seperti pemasangan beton jalan di tahun kemarin juga sudah kami lakukan,” tukasnya.

Seperti diketahui, talud di sisi Jalan yang berada dekat lokasi Gua Kreo tersebut longsor akibat hujan deras di bulan Februari. Ambrolnya talud sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter dan ketinggian 4 meter tersebut dikhawatirkan akan menggerus badan jalan terlebih lokasinya merupakan daerah patahan. (Bj05)