Home Headline Pemkot Semarang Kucurkan Rp. 5,4 M Program Sekolah Swasta Gratis di 2020

Pemkot Semarang Kucurkan Rp. 5,4 M Program Sekolah Swasta Gratis di 2020

255
Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyapa siswa-siswi sekolah Semarang

Semarang, 19/11 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menganggarkan sebesar Rp. 5,4 miliar dana pendampingan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), untuk program sekolah swasta gratis pada 2020.

Anggaran ini mengacu pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ada di sekolah negeri. Diperuntukkan membantu pembiayaan bagi anak usia sekolah yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Anggaran tersebut berlaku untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Adapun jumlah sekolah swasta gratis ini ada 41 unit. Terdiri atas tujuh TK, 14 SD, dan 20 SMP. Pembagian anggarannya, sebesar Rp360 juta untuk TK, Rp1,89 miliar untuk SD, dan Rp. 3,15 miliar untuk SMP.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan jika pendanaan diambilkan dari pendampingan BOP. Besaran BOP tingkat TK sebesar Rp1,2 juta/tahun untuk 300 siswa, SD/MI Swasta senilai Rp1,5 juta/tahun untuk 2.100 siswa, dan SMP/MTs Swasta sebesar Rp1,8 juta/tahun untuk 1.050 siswa.

”Program pendampingan BOP akan berlangsung bertahap. Tujuannya, agar sekolah swasta memiliki kemampuan dalam memenuhi standar kualitas minimal pendidikan,” ujar dia, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

Program ini, lanjut dia, diawali dengan diberlakukan bagi sekolah swasta tertentu saja. Berawal dari beberapa sekolah swasta yang mengajukan diri bagi program ini, kemudian diverifikasi jumlahnya.

”Sebenarnya angka putus sekolah di Kota Semarang tergolong kecil. Jumlahnya hanya mencapai puluhan orang saja. Itu karena saat ditemukan anak putus sekolah, maka langsung dicarikan solusinya dengan memasukkannya kembali ke sekolah. Syaratnya, dia merupakan warga Kota Semarang,” terang dia.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan, dirinya ingin membuat agar sekolah swasta mampu bersaing secara kualitas dengan sekolah negeri. Jika dapat bermanfaat dan berjalan dengan baik, lanjut dia, pihaknya akan menambah kuota dan anggaran bagi program sekolah swasta gratis tersebut pada 2021.

”Kami ingin agar kesenjangan antara sekolah swasta dan negeri jadi semakin dekat atau merata. Kami pun berusaha membantu sekolah-sekolah swasta, khususnya yang mengalami kekurangan peserta didik dan rata-rata berasal dari kalangan keluarga tidak mampu,” ujar pria yang biasa disapa Hendi tersebut.

Di sisi lain, BOP akan membantu sekolah swasta yang mengalami kesulitan untuk biaya operasional sekolah. Termasuk dalam pemberian gaji bagi guru-gurunya. Selain itu, ujar dia, pembangunan infrastruktur bagi program sekolah swasta gratis juga akan dilakukan. Seperti halnya hibah bangunan.

”BOP untuk sekolah swasta gratis nantinya tidak akan ada uang gedung dan SPP bagi peserta didiknya,” terang dia. (El)