Home Ekbis Pemkot Semarang Kaji Penerapan Tarif Batas Angkutan

Pemkot Semarang Kaji Penerapan Tarif Batas Angkutan

365
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 28/4 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang tengah mengkaji rencana penerapan tarif batas untuk angkutan umum seiring fluktuasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kami masih menanyakan ke Kementerian Perhubungan mengenai pedoman tarif angkutan, apakah mungkin dikenai tarif batas atas dan bawah,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang.

Ia mengakui naik-turunnya harga BBM yang terjadi sekarang ini membuat para pengusaha angkutan kota kebingungan untuk menetapkan tarif, apalagi perubahan harga BBM terjadi hanya dalam jangka waktu 2-3 bulan.

Menurut dia, para pengusaha angkutan umum sebenarnya berencana menaikkan untuk tarif angkutan, tetapi menunggu karena ada kemungkinan harga BBM akan kembali mengalami perubahan dalam beberapa waktu ke depan.

“Ya, khawatir naiknya segini, ternyata besok bensin (BBM, red.) naik lagi. Makanya, kami carikan solusi melalui penetapan pedoman harga, semacam tarif batas atas dan tarif batas bawah,” katanya.

Selama ini, kata dia, tarif batas atas dan bawah memang hanya diterapkan untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), dan armada taksi, belum menyentuh angkutan umum.

Diharapkan, kata dia, jika ada penerapan tarif batas atas dan bawah untuk angkutan umum bisa menjadi pedoman bagi para pengusaha angkutan umum dalam menyikapi fluktuasi harga BBM yang terjadi sekarang ini.

“Kalau bisa (tarif batas, red.) diterapkan untuk angkutan umum, ya, kami terapkan. Kami masih menanyakan ke Kemenhub terkait kemungkinan penerapan tarif batas itu. Hasilnya, kami masih menunggu,” katanya.

Berkaitan dengan sudah adanya beberapa pengusaha yang menaikkan tarif angkutan, ia memakluminya, mengingat biaya operasional perawatan armada dan harga-harga kebutuhan pokok juga ikut mengalami kenaikan.

Namun, ia mengingatkan para pengusaha dalam menaikkan tarif angkutan harus secara rasional agar tidak memberatkan masyarakat, serta berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat.

“Kami maklum harga-harga sekarang sudah naik seiring harga BBM naik, sementara penumpang juga semakin sepi. Namun, ya, harus tetap rasional. Kalau kenaikannya masih wajar, kami masih memaklumi,” katanya.

Untuk mengendalikan kenaikan tarif angkutan umum, Agus menegaskan Dishubkominfo akan berkoordinasi dengan Organda Kota Semarang untuk terus melakukan pemantauan di lapangan atas kenaikan tarif angkutan umum. (Bj05)