Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Gandeng Kerajaan Belanda Serius Tangani Kebutuhan Air

Pemkot Semarang Gandeng Kerajaan Belanda Serius Tangani Kebutuhan Air

238
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi.

Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, jika Pemkot Semarang, di bawah pimpinanya serius menangani persoalan kebutuhan air.

Terbukti, pria yang akrab disapa Hendi ini menyatakan, pihaknya bersama pemerintah kerajaan Belanda sepakat untuk melakukan kerjasama dengan mengedepankan lima program prioritas supervisi penanganan persoalan air di Kota Semarang.

“Lima program prioritas yang nanti akan disupervisi (di Kota Semarang) meliputi; ramah air di lingkungan industri. Kita tahu kita punya sembilan kawasan industri dan mereka umumnya mengambil air tanah untuk penyediaan air bersih. Sehingga, ini menjadi tekad besar buat Kota Semarang,” tegas Hendi di Seminar Internasional “Water As Leverage for Resilient Cities Asia” menuju Semaran Tangguh melalui Pengelolaan Air Terpadu di Gedung Moch Ikhsan Lantai 8, Pemkot Semarang.

Selain bekerjasama dengan Indonesia khususnya Pemkot Semarang, pemerintah kerajaan Belanda juga melakukan kerjasama dengan dua negara lain dalam hal pengelolaan air. Kedua negara lainnya yang akan disupervisi kerajaan Belanda itu adalah Bangladesh dan India.

Hendi menjelaskan, prioritas program supervisi yang kedua adalah membangun jaringan “Kampung Tangguh” di Kota Semarang.

“Ini disiapkan supaya mereka tidak hanya bisa menahan perubahan iklim tapi juga beradaptasi sekaligus melakukan upaya-upaya untuk bisa tetap mandiri,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Lalu, Hendi membeberkan, prioritas program superv isi yang ketiga adalah zona kawasan pesisir yang terintegrasi.

“Dan yang keempat penyerapan air di daerah atas. Kita punya Waduk Jatibarang, beberapa embung-embung dan polder yang itu terus harus diperbanyak. termasuk yang kelima adalah drainase kota yang harus terus diperbaiki,” bebernya.

Hendi juga menyampaikan, sebuah teori jika sebanyak 2,1 miliar orang terpaksa harus memanfaatkan air yang tercemar dan 25 juta orang terpaksa mengungsi akibat bencana terkait perubahan iklim. Bagaimana pemerintah sekarang harus berupaya dan berani mengelola air hujan, air tanah jangan sampai dialirkan ke laut.

“Tapi diolah sedemikian rupa, dimanfaatkan masyarakat, khususnya di Kota Semarang. Saya terus terang kagum dan kaget, sebuah teori sederhana tapi kalau kita bisa laksanakan itu, kita bisa menyediakan air bersih seluruh warga Kota Semarang dan kita bisa meminimalkan rob banjir di Kota Semarang,” ujarnya.

Selain itu, Hendi menuturkan, upaya serius lainnya adalah dengan memaksimalkan fungsi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, yang tadinya hanya menyediakan air untuk mandi bisa langsung diminum oleh warganya.

“Investasi yang kita kemarin sudah dengan hasil pemenang senilai Rp 900 miliar untuk stok Semarang Barat, teknologinya kita naikan (targtenya) air tidak hanya untuk mandi tapi juga untuk minum. Nah, dengan nilai investasi sebesar itu Insya Allah akan ada 60 ribu KK (Kepala Keluarga) yang teraliri air minum di 3 Kecamatan dan 31 Kelurahan,”tuturnya.

Hendi menambahkan, langkah ini sebagai bukti keseriusan pemerintah, baik Pusat, Provinsi dan Kota dan seluruh warga Kota Semarang untuk bisa menghilangkan persoalan air di Kota Semarang.