Home DPRD Kota Semarang Pemkot Semarang Dinilai Tidak Serius Atasi Kemacetan Lalu Lintas

Pemkot Semarang Dinilai Tidak Serius Atasi Kemacetan Lalu Lintas

195
0
Walikota Semarang Hendrar Prihadi cek kemacetan di jalan Sampangan arah Gunungpati Semarang.
        Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) – Kemacetan lalu lintas di Kota Semarang yang terjadi tiap hari, dikeluhkan banyak masyarakat. Dampak terbesar dari kemacetan lalu lintas tersebut dirasakan sesama pengguna jalan yaitu para pesepeda.
        Praktisi Bike to Work, Nana Podungge mengatakan, sejauh ini Pemkot Semarang tidak serius dalam menggarap lalu lintas. Terbukti dari berbagai kebijakan yang diterapkan justru memperparah kemacetan di berbagai ruas jalan.
          “Kami merasakan betul bagaimana kemacetan itu mengganggu kami. Tapi sebenarnya, macet atau tidak, jalur sepeda tetap diserobot pengguna jalan lain. Artinya Pemkot ini tidak serius menyelesaikan problem kemacetan” kata Nana, Rabu (14/3).
         Nana menuturkan, adanya kemacetan lalu lintas, jalur khusus sepeda dulunya pernah ada di beberapa ruas jalan protokol, kini telah hilang. Bahkan ketika jalur masih bisa dilihat jelas, para pengguna jalan non sepeda juga menggunakan akses tersebut.
        Nana yang sudah bersepeda ke tempat kerja selama 10 tahun terakhir, sangat merasakan dampak tersebut. Meski tidak sesulit saat awal dirinya menggunakan sepeda ke tempat kerja, namun tetap berbahaya jika harus bercampur dengan ratusan kendaraan di jalan.
         “Kalau keinginan kami para pesepeda, ya jalur sepeda itu seperti slow lane, ada pembatas pemisahnya. Beberapa dekade yang lalu, jalur terpisah dari jalur yang dilewati kendaraan bermotor. Sekarang tidak ada,” ujarnya.
           Dengan kondisi yang saat sekarang, kata Nana, sangat membahayakan keselamatan pesepeda. Ia mengaku dapat laporan dari banyak anggota komunitas Bike to Work yang terserempet kendaraan di jalan raya.
         “Meski kalau dibandingkan Jakarta, lalu lintas di Semarang masih mending. Tapi seharus Pemkot memikirkan fasillitas khusus pesepeda,” tandasnya.
         Jika berbicara ideal, tambahnya, selain ada jalur khusus sepeda, Pemkot Semarang juga diharapkan memberikan fasilitas parkir untuk sepeda di tempat-tempat umum. Di antaranya bank, rumah sakit, pasar, dan lainnya.
         Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, dirinya sependapat adanya jalur khusus bagi para pesepeda idealnya yang ada di kota-kota besar. Akan tetapi perlu dilihat dari rencana pembangunan Kota Semarang yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) apakah masuk dalam perencanaan atau tidak.
         “Pemerintah tentu mempunyai skala prioritas dalam perencanaan pembangunan. Tapi pada dasarnya, jika penggunaan sepeda itu sudah masif, maka kami tentu akan mendorong pemenuhan fasilitas jalur khusus itu,” katanya.
          Hanya saja, problem utama di Kota Semarang saat ini adalah kemacetan lalu lintas yang kian hari selaku bertambah. Menurut Joko, Pemkot Semarang harus menyelesaikan problem utama itu dulu sehingga bisa menyediakan fasilitas lain para pengguna jalan.
          “Perencanaan bus masal saja sampai saat ini belum terealisasi. Jadi menurut saya, Pemkot sesegera mungkin mengatasi kemacetan lalu lintas itu,” desaknya.
          Terlepas dari masalah kemacetan, Joko berharap antara kalangan pesepeda bisa duduk bersama dengan pemerintah. Sehingga, ada diskusi yang baik yang nantinya bisa menjadi acuan dalam pembangunan sarana jalan bagi banyak kalangan. (El)