Home DPRD Kota Semarang Pemkot Semarang Batal Bangun 20 Titik Sumur Artesis

Pemkot Semarang Batal Bangun 20 Titik Sumur Artesis

1031
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 15/10 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Semarang menyayangkan rencana Pemkot Semarang untuk membatalkan pengadaan  Sumur air bawah tanah  (Artesis) yang akan dibangunkan di 20 titik daerah rawan kekeringan di kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD kota Semarang Wiwin Subiyono mengaku kecewa lantaran rencana pembangunan sumur bawah tanah atau artesis di wilayah rawan kekeringan batal dilaksanakan di anggaran perubahan 2015 Pemkot Semarang.

Padahal Pemkot Semarang sudah menganggarkan 20 titik sumur air bawah tanah dengan nilai 190 juta rupiah per titiknya, untuk membangun sumur guna membantu warga yang setiap tahunnya mengalami kesulitan air bersih akibat PDAM juga tidak dapat menyentuh wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan jika hanya mengandalkan PDAM dirasa justru akan mempersulit warga yang berada diwilayah rawan kekeringan seperti di Kecamatan Gunungpati.

“Padahal dengan pemberian bantuan sumur bawah tanah dalam bentuk hibah ini ada berbagai solusi konkrit yang dapat diterapkan dan tidak melanggar peraturan, yakni masyarakat diminta menghibahkan tanah yang dapat menjadi sumber air bawah tanah kepada pemerintah kota,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya air dan Energi Sumberdaya mineral, PSDA dan ESDM kota Semarang Ayu Entis mengaku ada beberapa aspek penilaiannya sehingga membatalkan rencana pembuatan 20 titik sumur air bawah tanah.

Salah satu yang menjadi kekhawatirannya kaijan aturan karena proses hibah harus mengikuti UU 23 tahun 2014 yakni harus masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas  Anggaran Sementara (KUA PPAS) sehingga waktunya sangat mepet untuk dikerjakan dengan kurun waktu satu bulan.

Selain itu Ayu entis juga masih optimis PDAM kota Semarang akan dapat menjangkau wilayah yang sering mengalami kekeringan. “Kami justru akan mendorong agar PDAM mampu menjangkau wilayah-wilayah yang masih belum teraliri air bersih PDAM. Dari pada kita mengandalkan air bawah tanah yang justru akan membahayakan lingkungan sendiri,” jelas Ayu Entys.

Sementara itu Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Ety Laksmiwati mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru PDAM akan membangun IPA baru di Kali Blorong. “Selain itu, kami juga dilakukan optimalisasi IPA Gajahmungkur, IPA Kudu dan IPA Meteseh,” jelasnya.

Kemampuan produksi air PDAM diyakini masih mampu memenuhi kebutuhan air bagi pelanggan baru, terlebih dengan adanya mobil operasional dengan GPS untuk mempermudah penanganan laporan pelanggan. (Bj)

Advertisements