Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Bakal Olah Sampah TPA Jatibarang Jadi Energi Listrik 

Pemkot Semarang Bakal Olah Sampah TPA Jatibarang Jadi Energi Listrik 

Penjabat Walikota Semarang Tavip Supriyanto saat meninjau lokasi TPA Jatibarang Semarang
Penjabat Walikota Semarang Tavip Supriyanto saat meninjau lokasi TPA Jatibarang Semarang
Penjabat Walikota Semarang Tavip Supriyanto saat meninjau lokasi TPA Jatibarang Semarang

*Program Hibah Murni Pemerintah Denmark 2015

Semarang, 4/11 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang berencana memanfaatkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang untuk diolah menjadi energi listrik.

Hal ini diungkapkan Agus Junaedi Kepala UPTD TPA Jatibarang saat menerima kunjungan Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, Selasa (3/11) kemarin.

Agus mengatakan, rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik saat ini sudah tahap detail engineering design (DED). Program tersebut diharapkan sudah masuk lelang di awal tahun 2016.

Sehingga di pertengahan 2016, pembangunan fisik guna merealisasikan rencana tersebut sudah bisa dilakukan. Dan akhirnya pada akhir 2016 atau awal 2017 program pengolahan sampah menjadi listrik sudah bisa berfungsi.

‘’Berdasarkan kajian dari kapasitas sampah di TPA Jatibarang, program ini bisa menghasilkan energi listrik 10 megawatt yang mampu menyuplai kebutuhan listrik satu kelurahan,’’ kata Agus.

Kondisi TPA Jatibarang
Kondisi TPA Jatibarang

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki mengatakan, setiap harinya dari total 1.200 ton sampah yang dihasilkan dari seluruh kota Semarang, 800 tonnya masuk ke TPA Jatibarang dan kemudian diolah menjadi energi gas dan pupuk organik.

Sementara yang terbaru, pihaknya ingin memanfaatkan sampah TPA Jatibarang menjadi energi listrik. Untuk rencana ini, sudah ada dua negara yang menawarkan kerjasama dan melakukan kajian langsung ke TPA Jatibarang, yakni Pemerintah Denmark dan China.

Menurut Ulfi, dari dua negara tersebut pihaknya sudah memilih bekerjasama dengan Denmark. Pemerintah negara tersebut memiliki program terkait lingkungan dan bersedia memberikan hibah murni di 2015 sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mewujudkan rencana mengolah sampah menjadi energi listrik tersebut.

‘’Untuk konsep, kami belum mengetahui secara detail. Namun secara umum teknisnya mungkin sampah akan diubah menjadi gas, kemudian gas menggerakkan turbin dan turbin menghasilan energi listrik. Eenergi lisrik tersebut kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga,’’ kata Ulfi menjelaskan.

Program pemanfaatan sampah menjadi energi listrik ini diperkirakan bisa terwujud di tahun 2017. Pasalnya, nantinya pasti harus dibutuhkan pembangunan jaringan dan teknologinya tidak mudah.

‘’Kita juga tentu harus berkoordinasi dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) dulu,’’ katanya. (Bj)