Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Bakal Gelar Diskusi Ketahanan Kota

Pemkot Semarang Bakal Gelar Diskusi Ketahanan Kota

wpid-tcrbbu9kipfmk7zxy2d4f7hgyh9umycnfueopc_uktkqxgfldobmmc0cgv8etd2roddvc4043bsaunfce58n-a0head7swayanp53u_uatrqb_jtbobtbesxsduqz3ynmsrewqw557-h264-nc.jpeg.jpeg

Semarang, 6/7 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk mengatasi permasalahan tata kota dengan membangun kerjasama dalam menyusun dan mewujudkan ketahanan kota. Komitmen tersebut telah diawali dengan pembentukan tim pejabat Ketahanan Kota yang di bentuk oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Semarang berencana mengadakan diskusi mengenai Ketahanan Kota Semarang dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan pandangan dan masukan seperti para akademisi, ahli dan dinas terkait.

Bertempat di Ruang Komisi, Bappeda Kota Semarang, acara yang merupakan bagian dari penyusunan strategi kota Semarang ini rencananya akan di gelar pada Rabu, 8 Juli 2015.

“Ada pun yang dimaksud Ketahanan Kota adalah meningkatkan kemampuan kota dalam beradaptasi dan tumbuh di antara guncangan dan tekanan yang terjadi baik fisik maupun sosial,” ungkap Purnomo Dwi Sasongko, Ketua Resilience Officer Program 100 RC Kota Semarang melalui rilisnya.

Diharapkan, lanjut Purnomo, nantinya kota Semarang memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi permasalahan yang sering menimpa seperti banjir, rob, tanah longsor, krisis air bersih, di samping problem sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kawasan kumuh, dan lain-lain.

Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia yang sedang berkembang, tambahnya, berbagai masalah dan tantangan menghampiri kota Semarang mulai dari pertumbuhan penduduk dan investasi, problem tata ruang, pemukiman, kemacetan, menjadi hal yang harus dihadapi dengan serius agar kota Semarang tetap menjalankan fungsinya secara optimal.

“Salah satu komitmen kota Semarang untuk bisa beradaptasi dan tumbuh di antara permasalahan dan tantangan-tantangan itu adalah dengan menjadi bagian dari 100 Resilient Cities (100 RC) Program, yaitu program dan jaringan kota-kota dunia yang diinisiasi oleh Rockefeller Foundation dan bertujuan untuk membangun kerja sama dalam menyusun dan mewujudkan ketahanan kota,” papar Purnomo yang juga Sekretaris Bappeda Kota Semarang.

Menurutnya, Semarang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang menjadi bagian dari program ini, Semarang akan berdampingan dengan 99 kota lainnya dari lima benua seperti San Fransisco, Rio De Jeneiro, Barcelona, Medellín, Porto alegre, Bristol, Glasgow, Rotterdam, Roma, dan lain-lain.

“Keterlibatan ini cukup prestisius, karena dalam proses seleksinya ada lebih 700 kota yang mengirimkan aplikasi untuk diikutsertakan dalam program ini, namun sampai saat ini baru ada 67 kota yang terpilih, nantinya akan ada proses pendaftaran dan seleksi lagi sehingga lengkap menjadi 100 kota,” katanya.

Diharapkan diskusi itu bisa membangun persepsi bersama mengenai hal-hal yang harus dibangun untuk memperkuat ketahanan kota Semarang. Tentunya dengan melibatkan para pemangku kepentingan seperti jajaran SKPD Pemerintah Kota, BUMD, sektor swasta, perwakilan media, Organisasi Non Pemerintah, serta elemen masyarakat. (BJ05)