Home Headline Pemkot Semarang Akan Bangun Satu Rumah Sakit di Mijen

Pemkot Semarang Akan Bangun Satu Rumah Sakit di Mijen

254
0
Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi meninjau pemeriksaan IVA dan Sadanis di RSUD KRMT Wongsonegoro
        SEMARANG, 22/3 (BeritaJateng.net) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana membangunan satu lagi rumah sakit umum daerah (RSUD) agar pelayanan kesehatan khususnya program Universal Health Coverage (UHC) dapat dirasakan menyeluruh warga Kota Semarang di Rumah Sakit pemerintah.
        Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan RS ini nantinya menjadi satu dari sekian solusi mengenai ketersedian kamar inap kelas III bagi pasien UHC. Karena jika hanya mengandalkan RSUD Wongsonegoro, maka dipastikan kebutuhan kamar inap tidak mencukupi.
        “Pembangunan RS ini menjadi salah satu solusi ketersediaan kamar rawat inap bagi warga pengguna program UHC,” kata Hendi.
       Hendi menuturkan, rencananya RSUD akan dibangun di daerah Kecamatan Mijen karena di sana sudah ada lahan Pemkot. Selain itu, juga sudah ada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang melayani rawat inap. Sehingga Pemkot Semarang tinggal melakukan pengembangan saja.
        “Kalau di daerah Mijen, sehingga bisa mengcover warga di daerah barat dan selatan,” ucapnya.
        Hendi memaparkan, sebenarnya RSUD Wongsonegoro sendiri sudah menjadi RS rujukan yang qualified dengan berbagai peralatan yang bagus. Bahkan RSUD Wongsonegoro juga telah menambah jumlah kamar untuk pasien kelas III. Meski demikian dipandang perlu menyediakan fasilitas RS baru karena letaknya yang berada di daerah timur.
        “Kami tidak hanya mengandalkan RS pemerintah saja untuk memenuhi ketersediaan kamar inap kelas III, kami juga mendorong RS swasta. Akan lebih bagus jika dikeroyok bareng-bareng RS swasta dan pemerintah,” paparnya.
          Hanya saja, Hendi menegaskan, sejauh ini ketersediaan kamar inap kelas III di RS swasta belum menenuhi aturan yaitu 20 persen dari jumlah total kamar. Karenanya, Pemkot mendorong agar RS swasta segera memenuhi kuota tersebut.
          “Rumah sakit swasta belum memenuhi 20 persen. Makanya kami kejar terus agar RS swasta bisa memenuhi keterpenuhan 20 persen kamar inap itu,” tegasnya. (El)