Home Lintas Jateng Pemkot Pekalongan Diminta Perketat Perizinan Pabrik Printing

Pemkot Pekalongan Diminta Perketat Perizinan Pabrik Printing

image
Ilustrasi

Pekalongan, 27/11 (Beritajateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, minta pada pemerintah daerah setempat memperketat perizinan pendirian pabrik printing dan usaha pencucian kain jeans sebagai upaya mengurangi tingkat pencemaran limbah.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan, Risqon di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pencemaran limbah yang dibuang ke sungai sebagian besar berasal dari usaha pencucian kain jeans dan pabrik printing.

“Jika pencemaran sisa limbah berasal dari pabrik printing dan pencucian jeans terus dibiarkan maka hal itu akan kian merusaka ekosistem lingkungan. Oleh karena itu, kami minta pemkot bisa memperketat perizinan pabrik printinf maumpun menindak tegas terhadap pencucian jeans yang terbukti membuang sisa limbah sembarang,” katanya.

Menurut dia, selain mencemari aliran sungai, keberadaan pabrik printing hanya sedikit menyerap tenaga kerja dan mengancam batik tradisional, seperti tulis dan cap atau kombinasi keduanya.

“Oleh karena itu, jika ada perusahaan jeans maupun pabrik printing yang akan mengajukan izin usaha maka mereka diberikan syarat harus memiliki pengolahan limbah yang memenuhi persyaratan khusus,” katanya.

Kepala Bidang tata Lingkungan dan Penataan Hukum Badan Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Supriyatno mengaku tingkat pencemaran limbah di sungai yang kian meningkat karena para pengusaha kurang peduli terhadap lingkungan.

“Limbah industri yang mencemari sungai terjadi bukan karena persoalan teknologi dan minimnya anggaran yang dimiliki oleh pengusaha melainkan mereka kurang pedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengatasi persoalan limbah, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tetapi membutuhkan peran serta dari para pelaku usaha industri.

“Seharusnya para pengusaha bisa mengelola sisa limbah pabrik sebelum dibuang ke sungai karena yang terjadi kini bukan hanya persoalan lingkungan saja tetapi sudah merambah ke persoalan sosial,” katanya.(ant/pj)