Home Ekbis Pemkot Pekalongan Butuh Rp 33,3 Miliar untuk Pembabasan Lahan Jalinkut

Pemkot Pekalongan Butuh Rp 33,3 Miliar untuk Pembabasan Lahan Jalinkut

image

Pekalongan, 14/2 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, perlu membebaskan sedikitnya 198.360 meter persegi lahan untuk proyek pembangunan jalur lingkar utara dengan anggaran mencapai sekitar Rp33,3 miliar.

Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa pemkot telah menghitung estimasi dana anggaran pembebasan lahan seluas 198.360 meter persegi yang diperkirakan mencapai Rp33.381.160.000.

“Sebanyak tujuh kelurahan Kecamatan Pekalongan Utara yang akan dilewati jalur lingkar utara. Kami juga sudah menghitung estimasi biaya pembebasan tanah di luar milik pemkot,” katanya.(ant/Bj02)

Ia menilai, pembebasan lahan milik warga diperkirakan akan berlangsung relatif mudah karena jalur yang akan dilewati berupa lahan yang bersinggungan dengan rob.

“Kami perkirakan akan gampang (Pembebasan lahan). Akan tetapi, kami juga memprediksi ada beberapa warga yang sulit untuk membebaskan lahan itu,” katanya.

Ia mengatakan pada proyek pembangunan jalingkut perlu diperhatikan dengan kondisi lahan, seperti konstruksi jalingkut haruslah berupa urugan sebagai bagian untuk menahan intrusi air laut atau rob dan interchange sebagai pemecah kemacetan kota.

“Jalur jalingkut juga harus terintegerasi dengan rencana pengembangan terminal penumpang, terminal barang, dan pelabuhan. Kami juga menganggap perlu dibicarakan lebih lanjut mengenai komitmen tiga daerah dan provinsi untuk pendanaan pembebasan lahan,” katanya.

Mengenai interchange, ia mengatakan pemkot mempunyai catatan mengenai penempatannya di Kota Pekalongan, seperti pada bagian barat akan ditemui kesulitan berupa jalan yang berkelok, jalan eksisting yang terlalu sempit, permukiman padat, dan keharusan membangun jalan baru.

Untuk interchange di tengah, kata dia, dapat memanfaatkan jalan eksisting milik Pemprov Jateng yang lebar dan memadai.

“Akan tetapi, akan berdampak pada penambahan kepadatan yang akhirnya menambah kemacetan di kota. Untuk letak di timur, sudah ada jalan eksisting juga tetapi harus melebarkan jalan,” katanya.