Home Lintas Jateng Pemkot Hitung Kompensasi Pasar Darurat Klewer

Pemkot Hitung Kompensasi Pasar Darurat Klewer

dok_Klewer_Tebakar_wtnbzc

Solo, 12/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Surakarta kini tengah menghitung kompensasi pembangunan pasar darurat baik di Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta, maupun Benteng Vastenburg untuk pedagang Pasar Klewer Solo yang kiosnya terbakar pada Sabtu (27/12).

“Ketiga tempat ini yang menjadi pilihan pembangunan pasar darurat untuk menampung pedagang Pasar Klewer, maka kita hitung semua nanti mana yang dipilih,” kata Sekretrais Daerah Pemkot Surakarta Budi Suharto di Solo, Senin.

Ia mengatakan dari hasil penghitungan tim appraisal nanti akan menjadi pijakan Pemkot Surakarta untuk melangkah selanjutnya. “Nanti semuanya apa bila ada kompensasi ya kita lakukan sesuai aturan yang ada. Kami tidak mau kalau kemudian hari muncul persoalan,” katanya.

Menyinggung mengenai besarnya kompensasi, Budi Suharto kembali menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditentukan berapa besarnya, karena masih dalam penghitungan dan mungkin dua minggu lagi baru selesai.

Ia mengatakan pihak Pemkot Surakarta siap untuk membayar ganti rugi atau kompensasi baik yang diminta oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta maupun dari Benteng vastenburg, asalkan semua itu sesuai aturan dan perundang-undangan yang ada.

Dikatakan saat ini pembangunan pasar darurat untuk menampung para pedagang Pasar Klewer belum diputuskan, semaunya masih dalam proses. “Pemilik Benteng Vastenburg sudah diberikan surat tetapi juga belum memberikan balasan yang pasti, begitu pula dari Keraton yang sekarang masih terus dilakuakn pembicaraan,” katanya.

Pasar darurat ini, lanjutnya, berbentuk seperti hanggar pesawat terbang yang di dalamnnya terdapat kios untuk berjualan para pedagang. Setidaknya ada tiga hanggar yang disiapkan untuk menampung sebanyak 1.532 pedagang Pasar Klewer. Selain itu pasar darurat untuk menampung 765 pedagang pelataran dan 137 pedagang kios renteng.

Sesuai rencana pembangunan pasar darurat bakal menelan anggaran Rp22,1 miliar. Pemkot akan menerima kucuran bantuan dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp9,5 miliar dan bantuan bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Rp4 miliar. “Kurangnya akan diambilkan dari kas daerah dengan persetujuan DPRD,” katanya.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Surakarta Subagiyo mengatakan telah menerima surat pernyataan dari pedagang Pasar Klewer yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) siap menempati pasar darurat. DPP tinggal menunggu surat pernyataan serupa dari pedagang kios renteng maupun pelataran. (ant/BJ)