Home DPRD Kota Semarang Pemkot dan Kodam 4 Diponegoro Diminta Saling Koordinasi untuk Buka Jalan Sriwijaya

Pemkot dan Kodam 4 Diponegoro Diminta Saling Koordinasi untuk Buka Jalan Sriwijaya

Kondisi Jalan Sriwijaya Semarang.

Semarang, 15/1 (BeritaJateng.net) – Pembangunan Jalan Sriwijaya telah diselesaikan oleh Pemerintah Kota Semarang, namun hingga saat ini memang belum difungsikan. Pasalnya pihak Pemkot masih memikirkan arus lalu lintas yang akan diterapkan di jalan baru Sriwijaya sepanjang kurang lebih 700 meter tersebut.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono meminta agar Pemerintah Kota Semarang segera bisa melakukan koordinasi agar jalan baru tersebut bisa segera dimanfaatkan dan bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Suharsono menyampaikan jika Pemkot Semarang bisa segera melakukan koordinasi dengan Kodam untuk bisa menggunakan jalan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai jalan umum bagi pengendara yang berasal dari arah Jalan Pahlawan menuju Jalan Sriwijaya.

“Kami minta pemkot koordinasi dengan Kodam untuk meminta lahan depan makam untuk akses dari Jalan Pahlawan ke Sriwijaya. Sehingga kendaraan melalui Pahlawan ke Sriwijaya bisa langsung belok,” kata Suharsono.

Jika nantinya lahan di depan TMP bisa digunakan untuk jalan umum menuju Jalan Sriwijaya, Pemkot akan punya PR lagi yakni harus menutup beberapa bidang yang merupakan saluran air, agar jalan tersebut lebih luas.

“Depan TMP kan juga ada saluran air harus ditutup untuk memperluas jalan, kalau memang nantinya koordinasi dengan Kodam berjalan lancar,” jelasnya.

Suharsono menyampaikan agar Jalan Sriwijaya ini lebih bermanfaat yakni bisa mengurai kemacetan kota, maka pembangunannya sebaiknya terus dilanjutkan. Pada tahun 2022 ini, lanjut Suharsono, Jalan Sriwijaya akan dilanjutkan pembangunannya yakni jalan setelah Taman Sriwijaya.

“Tahun 2022 fokus pemerintah melanjutkan pembangunan jalan Sriwijaya yang kemarin sudah dilakukan sepanjang 700 meter, terutama jalan yang menuju arah MT Haryono, itu sangat macet karena banyak ruko, ada kampus juga, tapi yang itu memang butuh kajian dan anggaran jadi harus benar-benar direncanakan,” terangnya.

Suharsono menilai Jalan Sriwijaya adalah salah satu Jalan yang strategis yang bisa menimbulkan keramaian baru yang tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Senada, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso bisa segera melakukan koordinasi agar Jalan Sriwijaya bisa segera dimanfaatkan oleh warga kota Semarang. Bahkan pihaknya mengapresiasi Pemkot Semarang yang membuat solusi permasalahan kemacetan di Sriwijaya.

Joko menyebut nantinya harus ada titik temu antara Pemkot Semarang dengan pengelola makam, pasalnya jalan di depan makam yang sebelumnya menjadi tempat parkir dan loading peziarah, akan difungsikan sebagai jalan umum.

“Khusus sesi 1 ini setelah taman makam sampai taman Sriwijaya yang jadi PR adalah depan taman makam yang harus dicarikan solusi. Taman makam butuh parkir untuk peziarah, disini harus ada titik temu antara pemkot dan pengelola. Sungai di depan taman makam akan dibuat jalan nantinya harus ada diskusi dulu untuk parkirnya peziarah bagaimana?,” paparnya.

Nantinya sebelum ada kesepakatan penggunaan jalan di depan TMP, Joko menyebut kemungkinan bisa menggunakan jalan Kusumawardani untuk akses ke Jalan Sriwijaya.

Namun pihaknya tetap meminta agar Pemkot bersama Dinas terkait untuk melakukan kajian lalu lintas, agar kemacetan tidak berpindah ke titik lain.

“Jika dialihkan ke Kusuma Wardani harus ada rekayasa lalu lintas dan ada kajian dari dishub apakah lalu lintas mengganggu arus jalan lain atau tidak jangan sampai ada kemacetan di Kusuma Wardani,” pungkasnya. (Ak/El)