Home Headline Pemkot Batasi Operasional Pedagang Kaki Lima di Semarang Hingga Jam 10 Malam

Pemkot Batasi Operasional Pedagang Kaki Lima di Semarang Hingga Jam 10 Malam

151
Pemkot Batasi Operasional Pedagang Kaki Lima Semarang Hingga Jam 10 Malam

SEMARANG, 25/3 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang membatasi jam operasional pedagang kaki lima (PKL) hingga pukul 22.00 WIB. Pembatasan tersebut disampaikan saat Satpol PP Kota Semarang melakukan sosialisasi gabungan mencegah penyebaran corona (covid-19) bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Polrestabes Semarang, TNI, dan beberapa stakeholder, Selasa (24/3/2020) malam.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembatasan jam operasional ini juga sudah disepakati oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Sudah disepakati semua PKL pukul 22.00 tutup,” tegas Fajar usai sosialisasi.

Selain membatasi jam operasional, lanjut Fajar, pemerintah juga mengimbau para PKL tidak melayani pembeli untuk makan di tempat. PKL diminta hanya melayani take away atau dibungkus untuk dibawa pulang dan delivery order melalui jasa antar. Dengan demikian, akan mengurangi kerumunan massa untuk pencegahan penyebaran covid-19.

Ditegaskan Fajar, petugas akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah jalan protokol. Apabila PKL masih buka hingga pukul 22.00, petugas Satpol PP Kota Semarang akan langsung meminta untuk tutup. Sedangkan, apabila menjumpai PKL yang menimbulkan kerumunan, pihaknya tak segan mengambil gerobaknya.

“Kalau ada yang melanggar, kami bubarkan. Kami angkut gerobaknya,” tandasnya.

Dia juga berharap, masyarakat harus saling menyadari kondisi saat ini bahwa covid-19 sudah menjadi pandemi. Pemerintah Pusat, Polri, dan Pemerintah Daerah pun sudah mengimbau agar tidak berkerumun. Dia berharap, masyarakat bisa menjalankan imbauan tersebut.

Tim menyisir sejumlah jalan protokol untuk menyosialisasikan pencegahan penyebaran corona di antaranya kawasan Simpanglima, Jalan Gajahmada, Jalan Tanjung, Jalan Thamrin, dan kawasan Taman Indonesia Kaya. Dari hasil penyisiran, menurut Fajar, kondisi di Kota Semarang nyaman dan kondusif. Masyarakat sudah mulai mengurangi kerumunan.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas Dinas Keaehatan juga turut memeriksa suhu tubuh para PKL dan pembeli. Tim juga menyisir ke beberapa rumah makan untuk dilakukan pengecekan suhu tubuh pelayan dan pembeli.

“Tadi ada satu orang dari rumah makan di Jalan Gajahmada yang suhunya 38,8 derajat celcius. Kami langsung beri rujukan untuk periksa lebih lanjut,” katanya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Rina Roostiyani menambahkan, adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat Semaramg dapat terbebas dari wabah covid-19.

“Kerjasama antara TNI, Polri, dan Satpol PP untuk menyosilisasikan mudah-mudahan bisa membuat covid-19 segera musnah,” ucapnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − sixteen =