Home Lintas Jateng Pemkot Batasi Jam Berjualan PKL di Tiga Titik Utama

Pemkot Batasi Jam Berjualan PKL di Tiga Titik Utama

Subagyo

SOLO, 4/9 (BeritaJateng.net) – Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo menyebutkan  larangan bagi pedagang kaki lima (PKL) di  beberapa ruas  jalur utama bagi pedagang kaki lima (PKL) terus digalakkan oleh  Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Dimana  ada beberapa titik lokasi  yang harus steril dari kegiatan perdagangan sepanjang pagi hingga sore hari. 

“Ada 3 ruas jalur utama harus bebas dari aktivitas PKL pada siang hari. Diantaranya Jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Ir Sutami. Larangan ini akan kita mulai awal Oktober nanti,” jelasnya Jumat (4/9/2015) di Solo Jawa Tengah. 

Untuk menindaklanjuti himbauan tersebut ungkap Subagiyo, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi secara bertahap pada sejumlah PKL yang biasa menempati lokasi tersebut. Pemkot juga akan memberi alternatif pilihan bagi para PKL agar tetap bisa berjualan di luar lokasi yang sudah di larang untuk berjualan. 

“Salah satunya mereka masih boleh berjualan di lokasi PKL yang sudah disediakan. Yang kedua mereka bisa tetap berjualan di pinggir jalan mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 pagi. Namun sesudahnya harus segera dibersihkan,” terangnya lebih lanjut.  

Alasan pembatasan waktu berjualan di tiga ruas jalur utama sebagai bagian untuk mendukung program  pengembalian fungsi trotoar dan jalur lambat yang selama ini sudah beralih fungsi menjadi lokasi berjualan. 

Subagiyo menjelaskan total jumlah PKL yang biasa berjualan di tiga jalur utama tersebut ada sekitar 130 PKL. Jumlah tersebut belum termasuk yang berjualan di sepanjang citywalk Jalan Slamet Riyadi yang jumlahnya ada 60 pedangang. 

“Larangan berjualan di tiga lokasi tersebut disebabkan 3 jalan tersebut memiliki kepadatan lalulintas yang sangat tinggi,” lanjutnya. 

Dengan berkurangnya jam waktu berjualan yang dibatasi, jelas Subagiyo,  maka Pemkot Solo juga sudah membuat kebijakan dengan mengurangi frekuensi penarikan retribusi terhadap para pedagang kaki lima. Agar pedagang juga tidak terlalu dirugikan dengan adanya pembatasan waktu berjualan. (BJ24)