Home Headline Pemkab/Pemkot Diminta Realisasikan Pengalihan Kewenangan TPI

Pemkab/Pemkot Diminta Realisasikan Pengalihan Kewenangan TPI

1764
0

SEMARANG, 10/4 (Beritajateng.net) – Sesuai dengan amanat Undang Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu urusan yang semula kewenangannya berada di kabupaten/kota, mulai tahun 2017 yang lalu beralih kewenangannya ke Pemerintah Provinsi. Namun demikian sampai saat ini, realisasi atas pengalihan kewenangan TPI belum terwujud.

Kondisi tersebut terungkap dalam Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Jawa Tengah di Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo (Juwana) Pati, Selasa (10/4). Dalam kunjungan tersebut, rombongan Anggota Komisi C yang dipimpin Mohammad Rodhi menyayangkan proses pengalihan kewenangan TPI belum bisa terwujud. Rodhi mengharapkan, Pemprov Jateng segera melakukan komunikasi dengan bupati/walikota agar segera merealisasikan pengalihan kewenangan tersebut.

“Saya minta Pemprov proaktif melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan bupati/walikota agar segera melaksanakan proses peralihan kewenangan TPI ke Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.

Rodhi menjelaskan, potensi TPI sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) sangat besar sehingga pihaknya minta agar pengalihan kewenangan tersebut bisa segera terealisasi. Saat ini, lanjut Rodhi, pengelolaan TPI masih dilaksanakan oleh pemkab/pemkot dimana TPI berada.

“Potensi pendapatan dari pelaksanaan lelang di TPI sangat besar, besarnya potensi pendapatan inilah yang disinyalir membuat pemkab/pemkot enggan melepas ke provinsi,” katanya.

Sementara itu Kasie Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran PPP Bajomulyo (Juwana) Pati mengatakan, Pada tahun 2017, pihaknya ditarget pendapatan sejumlah Rp. 254 juta dan mampu menyetor PAD sebesar Rp. 696,4 juta atau mendapat capaian sebesar 274,18 persen.

“Pada tahun 2018 kami ditarget setor PAD sebesar Rp. 270 juta, sampai dengan triwulan pertama tahun ini kami sudah mendapat setoran sebesar Rp. 54 juta. Kami optimis bisa melampaui target yang dibebankan<” pungkasnya. (NK)