Home Lintas Jateng Pemkab Pekalongan Petakan 33 Desa Rawan Longsor

Pemkab Pekalongan Petakan 33 Desa Rawan Longsor

ilustrasi-rawan-longsor1_hphbd6
Ilustrasi rawan longsor

Pekalongan, 18/12 (Beritajateng.net)– Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memetakan sebanyak 33 desa di tujuh kecamatan rawan tanah longsor sehingga warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan, Bambang Sutjatmiko di Pekalongan, Kamis, mengatakan sebanyak 33 desa di tujuh kecematan tersebut berada di dekat perbatasan Dataran Tinggi Dieng, seperti Kesesi, Lebakbarang, Paninggaran, Lebakbarang, Doro, Talun, dan Petungkriyono.

“Memasuki musim hujan, kami telah memasang alat ‘early warning sistem (EWS) di dua titik rawan longsor, yaitu di Desa Wangkelang dan Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi dini bencana longsor,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi tingginya curah hujan, pemkab sudah melakukan upaya dengan membuka posko bencana di setiap kantor kecamatan rawan bencana tanah longsor.

Selain itu, kata dia, pemkab juga melakukan simulasi pada masyarakat agar bisa mendeteksi dan menyelamatkan diri jika terjadi longsor.

Menurut dia, kendati curah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur daerah setempat tetapi bencana longsor dengan kategori besar belum ada.

“Meski bencana tidak kita harapkan tetapi warga perlu meningkatkan kewaspadaan. Pada beberapa titik memang dilaporkan ada kejadian longsor di Kecamatan Petungkriono tetapi masih kecil dan bisa ditangani secara gotong-royong oleh masyarakat setempat,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan indeks rawan bencana (IRB) 2013 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan wilayah Kabupaten Pekalongan menempati urutan ke-116 dari 543 kabupaten/kota di Indonesia.

“Adapun di tingkat Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan berada pada posisi ke-10. Oleh karena itu, kejadian bencana alam sering terjadi dan beragam,” katanya.(ant/pj)