Home Lintas Jateng Pemkab Pekalongan Kembangkan Jagung Hibrida

Pemkab Pekalongan Kembangkan Jagung Hibrida

648
0
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto (tengah kanan) menyerahkan bantuan bibit jagung di Kandangserang Kabupaten Pekalongan kemarin.
       KAJEN, 12/10 (BeritaJateng.net) – Untuk mendukung swasembada pangan khususnya di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tahun ini akan mengembangkan jagung jenis hibrida di lahan seluas 770 hektare di Kecamatan Kandangserang.
       Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan, saat ini para petani Kabupaten Pekalongan masih menanam jagung jenis lokal dengan produktivitas rata-rata per hektar hanya 5 ton.
       “Untuk itu kami akan mencoba menanam jagung jenis hibrida, yang saat ini telah mulai ditanam para petani di Kecamatan Karangdadap, Kedungwuni, Tirto dan Kandangserang. Untuk saat ini produksi jagung di Kabupaten Pekalongan berkisar 6 ribu ton dengan sentra penghasil jagung di dominasi empat kecamatan atas Kabupaten Pekalongan ditambah Kecamatan Doro, Talun, dan Karangdadap,” ujarnya.
       Untuk membantu penyediaan bibit, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan telah mambantu 11.550 kilogram bibit jagung hibrida kepada petani di Kecamatan Kandangserang dengan target 770 hektare luasan lahan yang akan ditanam.
       “Secara umum, jagung hibrida mampu menghasilkan 12 hingga 13 ton per hektare, untuk di Kabupaten Pekalongan kami menargetkan 9 ton per hektare. Jika target tersebut terpenuhi maka hasil panen petani akan meningkat dua kali lipat. Sehingga sedikit banyak akan membantu Pemerintah Pusat dalam rangka swasembada pangan, khususnya jenis jagung,” jelasnya.
       Siswanto menambahkan, selama ini komoditas jagung dan bawang putih sebagian masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mengurangi ketergantungannya dilakukan penggenjotan produksi dalam negeri.
       “Kebutuhan jagung dalam negeri untuk pakan ternak saja sudah 20 jutaan ton belum kebutuhan yang lain. Sedangkan produksi nasional jagung di angka 23 jutaan ton. Sehingga saat ini jagung masih diimpor dari negara lain. Semoga dengan dikembangkannya jagung hibrida ini mampu menaikkan produksi jagung nasional,” tandasnya. (ST/EL)