Home Lintas Jateng Pemkab Pekalongan Imbau Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

Pemkab Pekalongan Imbau Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Pekalongan, 10/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengimbau pada masyarakat dapat membiasakan diri mengonsumsi pangan lokal dan tidak hanya mengandalkan bahan makanan beras.

Pelaksana Tugas Sekretaris daerah kabupaten Pekalongan, Mukaromah di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa imbauan mengonsumsi pangan lokal tersebut sudah disampaikan bupati melalui Surat Edaran Nomor 621/44/2015 tanggal 7 Januari 2015 tentang Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan Lokal.

“Surat edaran itu seterusnya disampaikan pada setiap SKPD satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Surat edaran itu juga berisi mengimbau pada SKPD agar menyajikan makanan dari hasil potensi lokal saat kegiatan rapat dan pertemuan formal maupun nonformal,” katanya.

SKPD, kata dia, juga diminta bekerja sama dengan lembaga dan sekolah kejuruan yang membidangi tata boga untuk mengolah produk pangan lokal siap saji yang enak, menarik, dan berdaya saing tinggi.

Ia mengatakan pemkab sudah menginformasikan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah masing-masing melalui kepala desa atau lurah agar memanfaatkan pekarangan untuk ditanami buah-buahan dan tanaman pangan palawija dan jenis tanaman sayuran.

“Hal itu, selain bisa mengurangi kebiasaan makanan nasi juga tanaman palawija dan sayuran dapat menambah pendapatan keluarga sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga,” katanya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi mengatakan pemkab sangat mendukung gerakan diversifikasi konsumsi pangan lokal, seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gerakan diversifikasi konsumsi pangan lokal itu, kata dia, akan bermanfaat pada masyarakat tidak mengandalkan beras atau nasi saja sebagai makanan pokok sehingga ketahanan pangan daerah maupun nasional bisa terjaga.

“Selain itu, kami berharap gerakan itu dapat memberikan asupan gizi yang seimbang bagi masyarakat serta memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Gerakan juga untuk menumbuhkan kebanggaan dengan potensi daerah sendiri,” katanya. (ant/BJ)