Home Headline Pemkab Kulon Progo Wujudkan Sekolah Bebas Rokok

Pemkab Kulon Progo Wujudkan Sekolah Bebas Rokok

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Kulon Progo, 17/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkomitmen untuk mewujudkan sekolah bebas rokok sebagai perwujudan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Selasa, mengatakan anak sekolah sebagai suatu populasi yang paling rentan terhadap rokok sehingga perlu komitmen bersama mewujudkan sekolah bebas rokok.

“Kalau kita mau mengurangi rokok melaksanakan sosialisasi rokok, sebetulnya sasaran yang paling baik adalah anak sekolah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan jajaran pendidikan yang paling tepat sasarannya,” kata Hasto dalam deklarasi sekolah bebas rokok instansi Dinas Pendidikan se-Kabupaten Kulon Progo.

Ia mengatakan komitmen Penkab Kulon Progo sesuai dengan tujuan Penetapan Perda Nomo 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mewajibkan tempat proses belajar mengajar dan kawasan belajar mengajar (sekolah).

Tujuannya yakni menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat; melindungi kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung karsinogen dan zat adiktif dalam produl tembakau yang dapat menyebabkan penyakit, kematian, dan menurunkan kualitas hidup.

Selain itu, melindungi penduduk usia produktif, anak remaja, an perempuan hamil dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap bahan yang mengandung zat aiktif berupa produk tembakau.

Selanjutnya, meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok dan manfaat hidup tanpa rokok dan melindungi kesehatan masyarakat dari asap rokok orang lain.

“Ada Perda, Perbup dan akan dilaksanakan secara berkesinambungan, ada sanksi administrasinya, bisa diberikan jika melanggar Perda. Harus ada tindak lanjut, salah satu tugas penilik merupakan tugas sekolah,” kata dia.

Namun demikian, ia mengakui, Pemkab Kulon Progo belum memiliki data jumlah siswa dan guru yang merokok di sekolah.

“Kami belum punya data meskipun hal tersebut ada. Rencananya pada Maret, pemkab mendatangkan peneliti dari Singapura. Kami tidak punya anggaran, kami minta anggaran dari Singapura untuk meneliti di sekolah mulai 2-3 Maret 2015,” kata Hasto. (ant/BJ)