Home Ekbis Pemkab Kudus Prediksi Migrasi Elpiji 5 Persen

Pemkab Kudus Prediksi Migrasi Elpiji 5 Persen

image
Ilustrasi

Kudus, 9/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memprediksi migrasi penggunaan elpiji 12 kilogram ke tiga kilogram berkisar tiga hingga lima persen, menyusul kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya migrasi memang tidak banyak. Selain itu, migrasi tersebut diperkirakan hanya berlangsung sementara karena elpiji 12 kilogram tetap memiliki keunggulan dalam hal penggunaannya lebih tahan lama dibandingkan elpiiji tiga kilogram,” ujar Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri di Kudus, Jumat.

Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya migrasi pengguna elpiji nonsubsidi tersebut, kata dia, bisa dilakukan dengan meminta tambahan alokasi elpiji ke PT Pertamina.

Permintaan tambahan alokasi elpiji tiga kilogram, kata dia, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan rata-rata penyaluran elpiji per bulan di daerah setempat, bisa mencapai 540.000 tabung.

Ia mengakui untuk melakukan pencegahan terjadinya migrasi pengguna elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi memang sulit dilakukan karena tidak ada dasar hukum yang kuat.

Berdasarkan Perpres Nomor 104/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Elpiji Tabung Tiga Kilogram, terutama pada pasal 1 ayat (4), rumah tangga adalah konsumen yang mempunyai legalitas penduduk, menggunakan minyak tanah untuk memasak dalam lingkup rumah tangga dan tidak mempunyai kompor gas untuk dialihkan menggunakan elpiji tiga kilogram, termasuk tabung, kompor gas beserta peralatan lainnya.

“Jika berdasarkan ketentuan tersebut, jumlah penerima tabung elpiji tiga kilogram sekitar 217.000 penerima karena paket konversinya memang sejumlah itu,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, saat ini Kabupaten Kudus sudah tidak ada lagi minyak tanah bersubsidi, sedangkan pertumbuhan penduduk juga semakin bertambah sehingga pengguna elpiji tiga kilogram juga bertambah.

Terkait dengan Peraturan bersama Menteri Dalam Negeri nomor 17/2011 dan Menteri ESDM nomor 5/2011 tentang Pembinaan Pengawasan Pendistribusian Tertutup Elpiji Tertentu di Daerah, kata dia, hingga kini juga belum terlaksana.

“Harapannya keluarga yang memang tergolong mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi, sehingga masyarakat kurang mampu masih bisa menikmati elpiji tiga kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan penggunaan elpiji tiga kilogram tetap diawasi agar tidak ada penyelewengan karena termasuk barang bersubsidi yang penggunaannya diawasi dan dibatasi.

Usulan alokasi elpiji tiga kilogram pada 2015 mengalami kenaikan 15 persen dari realisasi penyaluran elpiji selama 2014, guna mengimbangi penambahan pengguna elpiji baru di daerah setempat.

“Total kuota elpiji 2015 yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jateng sekitar 6,96 juta tabung,” ujarnya.

Realisasi penyaluran elpiji hingga Desember 2014 diperkirakan mencapai 6,05 juta tabung. (Ant/BJ)