Home Ekbis Pemkab Kudus Minta Pengecer Proaktif Sediakan Pupuk

Pemkab Kudus Minta Pengecer Proaktif Sediakan Pupuk

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Kudus, 16/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, meminta pengecer pupuk bersubsidi di daerah itu proaktif menyediakan pupuk bersubsidi agar permintaan petani bisa dipenuhi.

“Jika ada pengecer yang masih menunggu pesanan dari petani melalui kelompok tani, dimungkinkan masih ada salah pengertian karena saat ini pengecer memang diharapkan menyiapkan stok pupuk terlebih dahulu,” kata Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus, Sofyan Dhuhri di Kudus, Senin.

Sofyan Dhuhri mengatakan hal itu menanggapi keluhan petani di Kecamatan Undaan, Kudus, yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Untuk itu, kata dia, pengecer memang dituntut proaktif meminta pasokan ke distributor untuk dikirim sesuai kebutuhan sementara ketika petani baru mulai melakukan penyebaran benih.

Informasi di lapangan, lanjut dia, petani yang mulai melakukan pembenihan tanaman padi memang belum banyak sehingga saat ini sebetulnya belum terlalu dibutuhkan.

Kalaupun sudah ada petani yang mulai melakukan pembenihan, kata dia, pengecer juga harus tanggap terhadap kebutuhan petani.

Apalagi, lanjut dia, saat ini semua pengecer pupuk bersubsidi sudah menandatangani surat perjanjian jual pupuk (SPJP) dengan distributor pupuk di Kudus.

Hal itu, kata dia, ditandatangani sejak awal Februari 2015 sehingga tidak ada alasan bagi pengecer untuk tidak memiliki stok pupuk.

“Terkait informasi petani tersebut, akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah petani di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi di pengecer, mengingat saat ini mulai menebar benih tanaman padi.

Kepala Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kiswo mengaku menerima laporan dari warganya terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan SP-36 sepekan terakhir.

“Hanya saja, kami belum mengetahui saat ini sudah tersedia atau belum,” ujarnya.

Nur Rofiq, salah seorang petani asal Desa Undaan Lor mengakui, kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan SP-36 karena pengecernya belum memiliki stok pupuk tersebut.

Ia berharap dalam waktu dekat kedua jenis pupuk bersubsidi tersebut tersedia di pengecer, karena saat usia tanaman benih tanaman padinya mencapai 10 hari sudah harus dipupuk.

“Jika terlambat memupuk, tentunya tidak bisa tumbuh sempurna karena benih yang disebar disesuaikan luas lahan yang mencapai 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Tahun 2015, Kabupaten Kudus menargetkan produksi padi sebanyak 159.190 ton gabah kering giling (GKG), sementara pencapaian terbaik selama ini hanya mencapai 145.000 ton GKG.

Adapun alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kudus pada tahun ini untuk jenis urea sebanyak 11.800 ton, SP-36 sebanyak 1.200 ton, ZA sebanyak 4.750 ton, NPK sebanyak 7.400 ton dan organik sebanyak 4.500 ton.

Alokasi pupuk tersebut dibagi untuk sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan dengan alokasi terbanyak untuk kebutuhan tanaman pangan. (ant/BJ)