Home Headline Pemkab Kendal Kurang Perhatikan Jalan antar Desa

Pemkab Kendal Kurang Perhatikan Jalan antar Desa

Kondisi Jalan dari Kecamatan Ampel menuju kecamatan Kendal Kota.Foto/BJ19

 

Kendal, 29/12 (Beritajateng.net) – Sejumlah akses jalan penghubung antar Kecamatan Kendal menuju Kecamatan Ngampel banyak ditemukan mengalami kerusakan. Kerusakan jalan terjadi di sepanjang sekira 10 kilometer tersebut menghambat aktifitas warga.

Dari pantauan di lapangan, kerusakan jalan dimulai dari Kelurahan Trompo Kecamatan Kendal. Banyak aspal yang mengelupas dan bergelombang serta berlumpur. Di Kelurahan Sukodono sudah ada perbaikan dengan sistem betonisasi, namun hanya dilakukan sekitar 500 meter saja.

Kerusakan lebih parah lagi terjadi setelah memasuki Kecamatan Ngampel yakni Desa Rejosari dan Dempelrejo. Bahkan bagi pengguna jalan terpaksa harus berhati-hati karena berlubang dan berlumpur di hampir luas badan jalan.

Selepas perlintasan kereta api di Desa Dempelrejo sampai di depan Kantor Kecamatan Ngampel, jalan sudah dibeton. Namun setelah itu, jalan kembali rusak parah bahkan batu-batu pondasi jalan membuat jalan semakin licin.

Kartika Nur Sapto, warga Ngampel mengaku bahwa perbaikan jalan di wilayahnya belum jelas. Padahal, Pemerintah Kabupaten Kendal berjanji akan melakukan perbaikan jalan secara menyuluruh sejak pertengahan 2014.

“Tidak jelas kapan akan diperbaiki. Kalau informasinya 2014 sudah mulai perbaikan dan selesai 2015, tapi di sini belum ada tanda-tanda material,” katanya, kemarin.

Lanjut dia, jalan tersebut merupakan akses utama Kecamatan Ngampel dengan Kecamatan Kendal. Selain itu, sebagai jalur alternatif ke Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Pegandon.

“Kalau dari sini cukup memakan waktu 10 menit ke Kendal, kalau normal. Berhubung jalannya rusak parah, bisa dua sampai tiga kali lipat waktu yang harus ditempuh,” paparnya.

Sementara itu, Wikha salah seorang pengguna jalan menambahkan, kondisi jalan yang rusak parah tersebut juga mengakibatkan kendaraan rusak. Sebab, sebagian mur baut pada kendaraan mengendur akibat jalan rusak dan berlubang.

“Selain itu, kendaraan kotor, cukup bahaya kalau sampai kena bagian-bagian penting kendaraan. Misalnya, rantai atau bagian lain,” kata dia.

Dia berharap, pemerintah setempat dapat menanggapi serius persoalan infrastruktur jalan. Selain kenyaman dan keamanan, perbaikan jalan juga dapat mempermudah aktifitas warga, terutama guna peningkatan perekonomian.

“Pengusaha kecil menengah, toko-toko dan usaha lain yang ada di Kecamatan Ngampel susah. Sebab, ambil bahan mentah atau dasar kan harus ke kota. Bukan hanya itu, warga dari luar daerah sini juga kasihan kalau ada keperluan ke sini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan menyelesaikan perbaikan jalan 2015 mendatang. Sedikitnya sekitar Rp200 miliar sudah disiapkan untuk proyek infrastruktur jalan tersebut.  “Semua jalan rusak akan diperbaiki dan selesai 2015,” tandasnya. (BJ19)