Home Ekbis Pemkab Blora Kecewa dengan Kebijakan Impor Beras

Pemkab Blora Kecewa dengan Kebijakan Impor Beras

611
Panen Raya di Blora
           BLORA, 19/1 (BeritaJateng.net) – Disaat pemerintah merencanakan kebijakan impor beras, lahan pertanian di kabupaten Blora saat ini justru telah memasuki musim panen raya padi. Bupati Blora Djoko Nugroho pun mengungkapkan kekecewaannya dengan langkah pemerintah pusat dan tidak sepakat dengan adanya impor beras tersebut.
           “Kalau impor beras aku rodok mangke (aku agak kesal),” ucapnya saat Penen raya padi di desa Tanjung kecamatan kedungtuban Jumat (19/1/2018).
           Dalam panen raya yang berlangsung di kecamatan kedungtuban kali ini dilakukan di lahan seluas 3.390 hektar sawah. Bupati menjelaskan jika pada musim panen saat saat ini terdapat 57.000 hektar (ha) siap panen, dengan rata-rata produksi sebesar 7 ton/ha.
        Untuk puncak panen, menurutnya, terjadi pada bulan Februari dengan luasan 30.000 ha tanaman. Pemkab Blora menargetkan untuk masa tanam tahun 2018 bisa mencapai 110.000 hektar.
          ”jika 2 sampai 3 tahun terakhir, Blora telah surplus beras. Biarkan diatas sana kekurangan beras, tapi Blora surplus beras,” jelas bupati.
           Sementara itu, Dirjen Hortikultural Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono yang hadir dalam panen raya kali ini, mengakui jika Kabupaten Blora salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
           “Target produksi pertanian di Blora selalu diatas 100 persen. Mungkin ini karena keberadaan bengawan solo,” ucapnya.
           Kementerian pertanian memastikan persediaan beras secara nasional masih cukup aman. Pada Januari saja secara nasional luas panen padi mencapai 854 ribu hektar dengan tingkat produksi mencapai 4,2 ton gabah kering atau setara 2,7 ton beras.
           “Kita ingin sampaikan kepada publik bahwa sejak Desember 2017 sampai dengan Januari kita terus panen, Artinya ada beras, Tidak ada rash, tidak ada panic buying, tidak ada orang antri cari beras,” terangnya.
(MN/El)