Home Lintas Jateng Pemkab Blora: Jangan Ada Diskrimasi Pada Keluarga Pasien Covid-19

Pemkab Blora: Jangan Ada Diskrimasi Pada Keluarga Pasien Covid-19

242

BLORA, 31/5 (BeritaJateng.net) – Ketua DPRD Kabupaten Blora, HM Dasum, SE, MMA, selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, menyampaikan update perkembangan persebaran virus Corona per 31 Mei 2020.

Dengan didampingi Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dan Plt. Sekretaris Satpol PP Blora, HM Dasum, SE, MMA, menyampaikan bahwa hingga hari jumlah positif Covid-19 masih sama seperti kemarin yakni 24 kasus.

“Positif Covid-19 ada 24, sama seperti kemarin, dengan rincian 19 dirawat, 2 sembuh, dan 3 meninggal dunia. Semoga semakin banyak yang bertambah sembuh. Adapun reaktif rapid-test ada 135 orang, PDP masih ada 10 orang, ODP ada 30 orang, OTG 150 orang, sedangkan pemudik mencapai 36.234 orang,” ucapnya.

Berdasarkan data tersebut, menurutnya potensi persebaran wabah virus Corona di Kabupaten Blora masih ada dan masih bisa terjadi.

“Oleh karena itu kita harus terus meningkatkan kewaspadaan karena proses persebaran Covid-19 disinyalir masih terjadi di Kabupaten Blora yang dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah reaktif rapid-test. Maka dari itu kita tidak boleh lengah dan mengendorkan kewaspadaan,” lanjutnya.

Pihaknya kemudian mengingatkan bahwa saat ini semuanya sedang bersiap menghadapi tatanan kehidupan normal baru atau new normal, Sehingga masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan tentang protokol kesehatan agar senantiasa aman dalam menjalankan produktifitas.

“Sebelum masuk pada normal baru, tetap tingkatkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun. Patuhi seluruh protokol kesehatan ini agar kita semua terbebsa dari potensi penularan virus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG menerangkan bahwa hingga hari ini di rumah sakitnya masih merawat 5 pasien, di 5 ruang isolasi yang tersedia sehingga sudah tidak ada ruang isolasi Covid-19 yang kosong.

“Kemudian di Klinik Bakti Padma yang disediakan khusus untuk Covid-19 ada 19 orang yang diisolasi disana dengan hasil swab positif,” ucap dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG.

dr. Nugroho juga menyampaikan bahwa kemarin ada keluhan dari anggota masyarakat yang keluarganya sedang dirawat di Klinik Bakti Padma, mengeluhkan jika keluarga pasien yang diisolasi ini mendapat perlakuan seperti diasingkan di lingkungannya sendiri.

“Jadi kami minta perhatiannya kepada masyarakat agar tidak melakukan diskriminasi dan mengasingkan keluarga pasien. Pasien sudah kami rawat di ruang isolasi Klinik Bakti Padma, sehingga keluarganya tidak perlu dijauhi, justru harus diberikan support agar psikisnya tidak drop, sehingga imunitas tubuhnya bagus. Selama mematuhi protokol kesehatan, semuanya akan baik,” ucap dr. Nugroho.

Ia kemudian menyontohkan bahwa ada salah satu pasien positif Covid-19 yang orang tuanya berdagang di rumahnya, sudah satu bulan ini tidak ada yang beli. Seharusnya tidak boleh seperti itu.

“Ini keliru, karena anggota yang kita rawat kondisinya baik sehat hanya di dalam tubuhnya ada virus Covid-19. Oleh sebab itu kita rawat agar menjadi negative dan semata-mata karena alasan medis dalam rangka memutus rantai penyebaran. Tidak ada unsur lain. Kami mohon kesadarannya agar masyarakat bisa memahami ini, jangan sampai diasingkan. Ini bukan aib, mohon kerjasamanya agar diterima dengan baik sesuai protokol kesehatan yang ada,” pungkas dr. Nugroho.

Terakhir, Plt. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Blora,  Djumadi, S.Sos, kembali mengingatkan dan menekankan bahwa masyarakat wajib memakai masker ketika keluar rumah.

“Kepada masyarakat yang masih berkerumun di Alun-alun, Kridosono, warung-warung, dan lainnya kami mohon, tolong hindari berkerumun untuk mencegah penularan Covid-19. Kepada masyarakat apabila berkomunikasi dengan yang lain untuk tetap jaga jarak,” terangnya.

Sedangkan kepada pengusaha Café Karaoke pihaknya meminta agar usahanya ditutup terlebih dahulu baik siang hari maupun malam hari karena dinilai rentan menjadi lokasi penyebaran dan penularan Covid-19. (Ell)