Home Headline Pemilu 2019 Polda Jateng kerahkan 21.980 Personil

Pemilu 2019 Polda Jateng kerahkan 21.980 Personil

1286
0
Pemilu 2019 Polda Jateng kerahkan 21.980 Personil
       Semarang, 19/9 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiagakan sebanyak 21.980 personel ditambah kekyatan dari Kodam IV/Diponegoro sebanyak 3 SSI satuan setingkat batalion.
        “TNI/Polri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mewujudkan pelaksanaan tahapan pemilu yang aman,” upngkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat Gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Candi dilaksanakan Rabu (19/9) di Lapangan Simpang Lima Semarang.
        Pelaksanaan Operasi Mantap Brata Candi akan berlangsung selama 397 hari dan berakhir pada 21 Oktober 2019, dimulai Kamis (20/9) besok. Ini sekaligus komitmen Polri untuk mewujudkan pelaksanaan tahapan pemilu yang aman dan damai.
        Untuk Tahapan pemilu yang dimulai dengan masa kampanye akan memakan waktu relatif cukup panjang, sekitar tujuh bulan. Kapolda mengingatkan energi yang harus disiapkan dalam mengamankan masa kampanye sepanjang itu.
Pemilu 2019 Polda Jateng kerahkan 21.980 Personil
       “Saya ingatkan pasukan harus benar-benar menyiapkan energi yang cukup karena mengamankan masa kampanye sepanjang hingga pungutan suara berlangsung cukup lama,” katanya.
       Dalam apel pasukan ini juga ditandatangani komitmen netralitas TNI, Polri, dan para penyelenggara pemilu.
       Kapolda juga mengingatkan Seluruh anggota Polri dan TNI, diminta tetap menjaga netralitas selama pengamanan dan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurutnya, netralitas TNI/Polri, sudah dibuktikan saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 belum lama ini.
        Tidak hanya aparat penegak hukum saja yang berkomitmen menjaga iklim kondusif di Jateng, namun juga para pengurus partai politik (parpol) di Jateng. Termasuk, para calon anggota legislatif (caleg) dan para tim suksesnya untuk bisa mendukung Pemilu 2019 yang damai.
       “Kita sama-sama berkomitmen ikrar netralitas, karena kita harus berdiri di semua golongan dan elemen masyarakat. Sehingga, netralitas TNI/Polri yang dibacakan saat apel itu mutlak dan ini menjadi roh bagi pelaksanaan tugas mereka,” tegasnya. (NH/EL)