Home Lintas Jateng Pemilik Mobil Penjual Souvenir Lawang Sewu “Mencak-mencak” saat Ditertibkan Petugas

Pemilik Mobil Penjual Souvenir Lawang Sewu “Mencak-mencak” saat Ditertibkan Petugas

Usai ditertibkan dan diberi sanksi tilang, Suratno pemilik mobil penjual souvenir oleh-oleh Semarang di sisi kanan Lawangsewu tetap membandel berjualan dan membuka lapaknya.
Usai ditertibkan dan diberi sanksi tilang, Suratno pemilik mobil penjual souvenir oleh-oleh Semarang di sisi kanan Lawangsewu tetap membandel berjualan dan membuka lapaknya.
Usai ditertibkan dan diberi sanksi tilang, Suratno pemilik mobil penjual souvenir oleh-oleh Semarang di sisi kanan Lawangsewu tetap membandel berjualan dan membuka lapaknya.

Semarang, 29/10 (BeritaJateng.net) – Penertiban parkir liar di beberapa titik kawasan larangan parkir sempat mengalami kericuhan. Seperti salah satunya penertiban di kawasan sisi kanan Lawangsewu Semarang, Kamis (29/10) siang.

Kasi Wasdal Dishubkominfo Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan tidak ada yang membolehkan untuk berjualan di mobil, apalagi memarkir kendaraannya di tempat yang dilarang untuk parkir, seperti tikungan. Terlebih kawasan Tugu Muda dan Lawang Sewu serta Jalan Pandanaran merupakan kawasan larangan parkir.

“Kalau memang ada izinnya, saya mau lihat,” katanya.

Dijelaskan, sasaran dari operasi kali ini adalah pemarkir kendaraan yang tidak parkir pada tempatnya. Selain itu, juru parkir yang tidak lengkap juga turut ditertibkan.

“Ini sekaligus merupakan sosialisasi mengenai tempat-tempat yang dilarang untuk parkir. Juru parkir kami minta tidak hanya memungut uang, tetapi juga ikut mengatur lalu lintas di tempat dia bertugas,” tukasnya.

Seorang pemilik kendaraan roda empat, Suranto mengaku keberatan dengan penertiban ini. pasalnya, ia hanya memanfaatkan mobilnya untuk berjualan kaos Semarang sebagai souvenir kepada pengunjung Lawang Sewu.

“Saya ini purnawirawan dan pejuang 1945. Kerja jualan di mobil hanya untuk mencari tambahan uang. Kenapa hanya saya yang ditilang? Seharusnya yang di sana juga harus ditilang,” keluhnya.

Walaupun sempat menantang petugas, Suranto akhirnya pasrah untuk ditilang. Dia mengaku, tidak tahu bahwa tempat dia memarkir kendaraan untuk berjualan adalah tindakan yang dilarang.

Diakuinya, dirinya ‘menyulap’ minibus miliknya menjadi toko berjalan. Ia memarkirkan kendaraan di sisi Kali Semarang yang persis berbatasan dengan Jalan Pandanaran yang berhubungan dengan jalan inspeksi. “Ya kalau mau ditilang silahkan, yang pasti saya akan tetap berjualan disini,” tantangnya. (Bj)