Home Hukum dan Kriminal Pemesan Hotel Bobol Rekening Via Virtual Card

Pemesan Hotel Bobol Rekening Via Virtual Card

image

Semarang, 14/06 (BeritaJateng.net)-Seorang pria digelandang ke Mapolrestabes Semarang karena diduga sebagai pelaku pembobolan rekening bank jaringan Internasional. Ia diduga melakukan pembobolan rekening dengan modus memesan kamar sejumlah hotel atau perusahaan jasa yang memiliki fasilitas virtual card.

Pelaku juga diduga beraksi di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Kasus tersebut terungkap saat pelaku beraksi di Hotel Oak Tree Jalan Palem 6 Papandayan Semarang. Dengan menggunakan fasilitas virtual card tersebut, pelaku beraksi dengan cara memesan hotel. Saat mendaftar, ia menggunakan kartu kredit Bank di Jepang berlogo visa, menggunakan identitas orang lain. Kartu kredit visa tersebut terkoneksi dengan BCA.

Karena memiliki virtual card, pelaku bisa menginap dan mencairkan uang cash di hotel tersebut. Uang itu berasal dari rekening bank di Jepang, yang dicairkan melalui rekening BCA atas nama orang lain.

Pria itu digelandang oleh petugas Hotel Oak Tree Semarang dan diserahkan ke Mapolrestabes Semarang, Minggu (14/6). Pria itu diketahui bernama Martino Tambunan (35) warga Jalan Ciomas II No 1 RT 3 RW 1 Rawa Barat Jakarta Selatan.

“Akibat kejadian itu, pihak Hotel Oak Tree mengalami kerugian total Rp 27 juta sejak pelaku cek in pada tanggal 13 Mei 2015 lalu,” kata pelapor, Daniel Kurniawan Tandio (24) perwakilan Hotel Oak Tree Semarang saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Minggu (14/6).

Dijelaskan Daniel, pelaku cek in di Hotel Oak Three sejak tanggal 13-14 Mei 2015. Namun selanjutnya, sewa kamar hotel dilanjutkan atau diperpanjang hingga tanggal 25 Mei.

Awalnya, ada pemesan atas nama Mathius Kakumoto melalui online di www.booking.com. “Pria yang mengaku bernama Mathius tersebut kemudian menelepon dan menjelaskan bahwa akan ada seorang tamu bernama Rahardian Bimantoro hendak menginap di Hotel Oak Tree. Mathius  yang akan membayarnya melalui rekening visa,” jelas Daniel.

Namun pada tanggal 13 Mei tersebut justru yang datang untuk cek in adalah Martino Tambunan. Martino menjelaskan kepada pihak Oak Three bahwa ia mewakili Rahardian Bimantoro. Saat itu, Martino menyertakan foto copy KTP dan foto copy kartu kredit visa atas nama Mathius Kakumoto, selaku pihak yang akan membayar biaya penginapan.
Sehingga pihak Oak Three percaya. Belakangan baru diketahui bahwa berkas identitas foto copy KTP dan  foto copy kartu kredit visa tersebut diduga dipalsukan oleh Martino.

“Pria tersebut bisa mencairkan uang cash karena menggunakan fasilitas virtual card. Jadi, tidak perlu menggunakan kartu dan hanya menyebutkan kode, dia bisa mencairkan uang di hotel. Uang itu dibebankan kepada pemilik rekening visa yang asli,” terangnya.

Daniel melanjutkan, pihak Oak Three baru curiga setelah setelah mendapat konfirmasi dan penjelasan dari BCA melalui email. “Pihak BCA menjelaskan bahwa ada kejanggalan proses transaksi, bahwa transaksi bukan dilakukan oleh pemilik rekening,” katanya.

Pihak hotel berusaha menjebak pria tersebut. Minggu, 6 Juni 2015, pukul 06.00, malah justru diketahui bahwa pria pemesan hotel tersebut diduga mencuri sejumlah barang-barang fasilitas milik Hotel Oak Three. “Barang-barang tersebut disimpan di dalam tas besar milik pria tersebut. Beberapa barang lain sudah disimpan di mobil yang ia bawa,” imbuhnya.

Barang-barang milik hotel tersebut masing-masing; 1 sugar box, hair dryer, 2 gelas kopi, 1 speaker dan Ipod Dock, 2 jam digital, 1 telepon toilet, 2 pasang bakiak hotel, 1 kimono, 1 bath towel, 1 hand bath bag, 2 stick, 1 bath tawel, 1 hand towel, 1 napkin, 1 sugar box, 1 aminities bag.

Saat datang di Hotel Oak Tree, Martino Tambunan ditemani oleh temannya seorang pria dan seorang sopir mobil rental dari Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, mobil rental yang digunakan adalah Toyota Camry.

“Bahkan diduga, pelaku juga melakukan kejahatan yang sama di rental tersebut dengan modus yang sama,” imbuh Ali Tri Afandi, karyawan bagian Informasi Teknologi (IT) Hotel Oak Tree Semarang.

Dijelaskan Ali, atas aksi kejahatan tersebut, pelaku menikmati fasilitas hotel sekaligus membobol atau mencairkan uang dari rekening bank di Jepang, melalui rekening BCA yang terkoneksi dengan pihak hotel. “Kami memang menyediakan fasilitas deposito di BCA,” katanya.(Mg-1)