Home Lintas Jateng Pemerintah Siapkan Rp 15 Triliun Untuk Pertanian

Pemerintah Siapkan Rp 15 Triliun Untuk Pertanian

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Pekalongan, 20/11 (BeritaJateng.Net) – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sektor pertanian berasal dari pengalihan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp15 triliun.

“Khusus bidang pertanian, prioritas utama yang akan saya lakukan adalah irigasi, mekanisasi (alsintan) dan bibit,” katanya di Pekalongan, Kamis (20/11).

Ia mengatakan sasaran pembangunan sekotor pertanian tersebut, adalah adanya peningkatan indeks penanaman (IP) agar tiga sampai empat tahun ke depan terjadi swasembada beras.

Pada kunjungan kerja di Kabupaten Pekalongan, Mentan Amran Sulaiman didampingi Bupati Pekalongan, Amat Antono sempat memantau proyek pintu irigasi di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.

Di lokasi itu, mentan hanya singgah sebentar kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bendung Simbang Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro untuk melihat secara langsung bendungan yang menjadi sumber mata air irigasi Langkap tersebut.

Mentan menyarankan pada pengelola proyek bendungan agar pekerjaan proyek bendungan irigasi itu dapat dikebut sehingga pada awal Desember 2014 bendungan itu sudah rampung dan dapat difungsikan.

Menurut dia, bendungan ini sangat bermanfaat karena mampu mengairi seluas 600 hektare lahan padi.

Jika dikalkulasi per hektarnya maka dapat menghasilkan enam ton gabah setiap masa panen sehingga dalam jangka waktu satu tahun lahan ini bisa panen tiga kali.

“Keuntungan yang diperoleh petani sudah mencapai empat miliar per tahun dengan asumsi harga gabah Rp4.000/ kg. Ini baru satu bendungan, untuk itu kami menargetkan akan dilakukan perbaikan ataupun pembuatan tiga juta bendungan irigasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan saat ini, sekitar 52 persen irigasi di Indonesia dalam kondisi rusak sehingga perlu perbaikan secepatnya.

Sebagai contoh, kondisi sistem irigasi di Kalipancur Kabupaten Pekalongan yang memiliki hamparan persawahan seluas 1.521 hektare tetapi irigasi yang tersedia baru mampu mengairi 300-350 hektare sawah.

“Untuk itulah kami minta segera menambah minimal dua buah pompa air sehingga diharapkan pengairan bisa dilebarkan dan masa tanam padi IP bisa meningkat yang semula dua kali setahun menjadi tiga kali,” katanya. (ant/pri)

Advertisements