Home Headline Pemerintah Pusat Diminta Serius Bantu Daerah Dalam Penanganan Pasien Gangguan Jiwa

Pemerintah Pusat Diminta Serius Bantu Daerah Dalam Penanganan Pasien Gangguan Jiwa

37
0

SEMARANG, 5/10 (BeritaJateng.net) – Penanganan penderita gangguan jiwa membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kemampuan anggaran Pemerintah Daerah dinilai kurang sehingga membutuhkan campur tangan Pemerintah Pusat.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta Syahrial mengungkapkan, problematika Pemerintah Provinsi rata rata sama dalam persoalan penanganan Gangguan Jiwa. Persoalan jumlah penderita yang selalu bertambah dan anggaran yang terbatas menjadi persoalan yang selalu ditemukan.

“Persoalan gangguan jiwa ini rata rata sama antara Pemprov Jateng dan DKI. Di Jakarta kewalahan menangani mereka karena jumlahnya selalu bertambah dan kedatangan penderita dari daerah daerah lain,” ungkapnya usai memimpin kunjungan kerja Komisi E DPRD DKI jakarta di Ruang Rapat Komisi E DPRD Jawa Tengah, Kamis (5/10).

Syahrial menjelaskan, selain anggaran, sarana dan prasarana yang terbatas selalu menjadi kendala dalam menangani penderita gangguan jiwa. Sehingga banyak penderita yang tidak dapat ditampung di panti panti rehabilitasi yang ada.

“Saya kira penderita gangguan jiwa di Jateng dan DKI sama saja banyak ditemui. Di Jakarta malah lebih banyak karena tekanan hidup disana lebih keras. Banyak yang tidak kuat kan,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD jateng, Taj Yasin mengatakan, campur tangan Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan untuk menangani problematika sosial di daerah. Penderita Gangguan Jiwa tidak bisa di kotak kotak berdasarkan daerah asal. Di DKI banyak ditemukan penderita dari daerah lain seperti Jawa Tengah. Di Jatengpun juga banyak ditemukan penderita dari provinsi lain.

“Persoalannya adalah fasilitas dan anggaran yang sangat terbatas. Sementara itu kontribusi Pemerintah Pusat hampir tidak ada dalam membantu Pemerintah Daerah menangani penderita ini,” bebernya.

Di Jawa Tengah saat ini terdapat 52 panti Rehabilitasi Sosial termasuk yang menangani penderita gangguan jiwa. Mereka yang ditampung di panti rehabilitasi ini adalah Eks Pasien Gangguan Jiwa dari RSJ (eks Psychotis). Namun tidak sedikit juga dari mereka yang psychotis sehingga penanganannya juga lebih khusus seperti dimasukkan dalam ruang isolasi agar tidak mengganggu penghuni lainnya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here