Home Headline Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir di Tembalang Semarang

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir di Tembalang Semarang

283
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memberikan bantuan makanan bungkus pada korban Banjir di Perumahan Dinar Indah Meteseh.

Semarang, 18/1 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi banjir di perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Senin (18/1/2021) pagi.

Ita, sapaannya, mengatakan, sejak semalam banjir sudah surut. Banjir di kawasan tersebut terjadi akibat adanya limpasan air dari Sungai Pengkol lantaran kiriman air dari Ungaran cukup deras.

“Kami sudah cek. Tanggulnya tidak jebol. Itu karena ada limpasan air saja. Tidak ada kerusakan bangunan, hanya barang-barang eletronik warga rusak. Pakaian warga basah semua,” papar Ita, sapaannya.

Ita menyebutkan, 33 kepala keluarga (KK) terdampak limpasan air dari Sungai Pengkol. Pemerintah Kota Semarang pun bergerak cepat melakukan penanganan pasca banjir.

Pihaknya sudah mengerahkan petugas Dinas Pemadam Kebarakan untuk melakukan pembersihan lumpur. Kebutuhan air bersih warga dipenuhi oleh PDAM Tirta Moedal. Sedangkan, Dinas Sosial membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga.

Tak hanya itu, Ita meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengangkutan sampah. Petugas BPBD Kota Semarang juga dikerahkan untuk membantu mencucikan seluruh pakaian yang terkena lumpur akibat luapan air dari Sungai Pengkol.

“Saya juga minta Dinas Pendidikan untuk membantu paket anak sekolah berupa alat tulis dan kuota internet karena seluruh peralatan mereka rusak terbawa limpasan air. Saat ini sudah tertangani semua. Semoga mereka bisa beraktivitas kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ita menerangkan, kawasan Dinar Indah memang daerah cekungan yang menjadi langganan terkena limpasan air dari Sungai Pengkol. Menurutnya, daerah tersebut memang tidak ideal untuk permukiman. Meski demikian, Pemkot Semarang tetap berupaya berkomunikasi dengan

“Tiga tahun lalu kejadian seperti itu juga. Tapi saat itu tanggul jebol. Kalau kali ini tanggul sudah bagus. Mau ditinggikan seberapapun kalau kiriman air dari atas cukup banyak bisa melimpas. Yang harus dilakukan relokasi,” paparnya.

Selain di Dinar Indah, sambung Ita, wilayah Rowosari juga turut terdampak namun banjir tidak setinggi di Dinar Mas. Setidaknya ada 100 rumah yang terendam bajir di wilayah Rowosari.

“Kalau di Rowosari, Pemkot membantu sembako, dapur umum dan pembersihan,” imbuhnya. (El)