Pemerintah Bersama Masyarakat Harus Bergandeng Tangan Fasilitasi Panti Rehabilitasi Sosial

img_20170914_140135KUDUS, 15/9 (Beritajateng.net) – Fasilitas di beberapa Panti Rehabilitasi Sosial yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah saat ini masih memprihatinkan. Banyak panti yang membutuhkan sentuhan empati dari semua pihak termasuk masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nurhadi Amiyanto mengemukakan, perhatian masyarakat untuk membantu fasilitasi kaum disabilitas sangat diperlukan mengingat kemampuan pemerintah sangat terbatas.

“Saat ini anggaran kami masih sangat terbatas untuk membiayai 52 panti se Jawa Tengah, dengan segala keterbatasan kami laksanakan semaksimal mungkin,” ungkapnya saat menerima kunjungan Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/9), di Panti Rehabilitasi Sosial Disabilitas Netra Pendowo Kudus.

Nurhadi menjelaskan, terbatasnya anggaran pengelolaan panti tersebut antara lain di bidang konsumsi, alokasi uang makan untuk setiap penerima manfaat hanya sebesar Rp. 20.000,- untuk satu hari. Nilai tersebut dipandang masih jauh dari ideal.

“Bisa dibayangkan bagaimana cara membelanjakannya dengan uang sebesar itu,” bebernya.

Selain uang konsumsi, kondisi fasilitas untuk warga penerima manfaat seperti tempat tidur yang sudah berusia tua lengkap dengan kasur yang sudah sangat tipis juga menjadi perhatian Nurhadi.

“Kalau fasilitas umum di panti yang sangat kurang adalah kebutuhan pagar keliling terutama bagi panti psikotis. Sering terjadi warga eks pasien RSJ yang menjadi penerima manfaat di tempat kami melarikan diri dari panti,” katanya.

Fasilitas lain yang dipandang kurang, lanjut Nurhadi, adalah kamar mandi bagi psikotis dan lansia. Kondisi ini menyebabkan warga penerima manfaat dari psikotis dan lansia dimandikan di tempat terbuka.

“Karena terbuka, maka semua orang bisa melihat mereka dimandikan. Ini tidak manusiawi dan memprihatinkan,” paparnya.

Menanggapi kondisi Panti Rehabilitasi Sosial Disabilitas Netra dan Panti Rehabilitasi Psikotis Muria Jaya di Kudus tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Asfitla Harisanto mengatakan, komisinya akan mengalokasikan dan memprioritaskan anggaran bagi pengelolaan panti panti rehabilitasi di Jawa Tengah.

“Kami semua melihat kondisi panti ini merasa prihatin. Kasihan mereka, dengan kondisi perlengkapan yang sudah tidak memadai seperti ini. Belum lagi uang makan 20 ribu rupiah untuk 3 kali makan, bisa dapat menu seperti apa itu,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bogi panggilan Asfirla, minta agar fasilitas yang sudah tidak dipakai di Instansi yang lain bisa disumbangkan ke Dinas Sosial untuk membantu panti panti rehabilitasi yang ada.

“Panti panti rehabilitasi di Dinsos ini sangat membutuhkan Ambulan. Saya minta Ambulan yang sudah tidak dipakai di Rumah Sakit bisa disumbangkan kesini,” pintanya.

Senada dengan Bogi, Wakil Ketua Komisi C DPRD jateng Hartini mengatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang cukup bagi kaum disabilitas yang ditampung di panti panti rehabilitasi. Perhatian yang selama ini ada harus ditingkatkan.

“Kesejahteraan kaum disabilitas yang ada di panti seperti ini harus diperhatikan. Berapapun anggaran yang dibutuhkan panti harus dipenuhi. Satu hal lagi, mereka juga harus diagendakan untuk refreshing biar tidak jenuh,” ungkapnya.

Selain itu Hartini juga menekankan agar empati masyarakat untuk penerima manfaat di panti rehabilitasi ditingkatkan.

“Saya himbau kepada masyarakat yang memiliki acara seperti syukuran bisa mengikutsertakan mereka dan dilaksanakan di panti ini,” pungkasnya.

(NK)

10 Komentar

  1. Alhamdulilah jika anggota Dprd Prov. Jateng berkenan meningkatkan anggaran Dinas Sosial khususnya di panti2 se Jateng, sehingga bisa utk meningkatkan pelayanan thd pmks di Jateng

TINGGALKAN TANGGAPAN