Home Headline Pementasan Mahakarya Goa Kreo, Kolaborasikan Tradisi dan Animasi

Pementasan Mahakarya Goa Kreo, Kolaborasikan Tradisi dan Animasi

188

Semarang, 19/2 (BeritaJateng.net) – Goa Kreo adalah salah satu obyek wisata andalan Pemerintah Kota Semarang yang memiliki sisi historis yang kental. Konon Sunan Kalijaga tengah mencari pohon jati untuk dijadikan saka (tiang) Masjid Demak, dan dibantu oleh empat kera yang ada disana.

Cerita ini setiap tahunnya diangkat dengan nama Mahakarya Goa Kreo yang disuguhkan Pemerintah Kota Semarang di Goa Kreo.

Pandemi Covid-19 yang belum usai, membuat event tahunan ini batal dilakukan, namun inovasi teknologi yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bisa menjembatani seniman untuk tetap berkarya.

“Kita coba hal baru, cerita legenda masyarakat di Goa Kreo ini kita kemas dengan animasi dan dikolaborasikan secara tradisi serta diangkat dengan tema kolosal,” kata Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Kamis (18/2) petang.

Bertempat disalah satu ballroom hotel, Disbudpar mengubahnya layaknya studio animasi. Dengan kain hijau atau green screen menempel ditembok, para seniman tetap berkarya meskipun tanpa penonton seperti biasanya.

“Dengan teknologi virtual 3D ini kami coba menjebatani seniman untuk berkarya, kita kemas cerita dari Mahakarya Goa Kreo ini tanpa mengurangi esensi yang ada. Juga tidak melibatkan banyak orang,” bebernya.

Menurut dirinya, dengan teknologi tradisi yang ada tetap bisa dijalankan. Intinya adalah saat pandemi ini, seniman harus tetap berkarya sembari menunggu proses vaksinasi berjalan dan pandemi hilang.

“Bisa jadi kita lakukan Semarang Nigth Carnival dengan konsep yang sama, atau Dugderan, intinya tradisi yang ada tetap berjalan dengan konsep yang berbeda,” pungkasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 12 =