Home Headline Pembunuh Pelajar SMK Cinde Semarang Dibekuk

Pembunuh Pelajar SMK Cinde Semarang Dibekuk

image
Tiga pelaku pembunuhan pelajar SMK Cinde Semarang

Semarang – 27/2 (beritajateng.net) Setelah tiga belas hari buron, Aparat Polrestabes Semarang berhasil membekuk tiga pelaku pembunuhan seorang pelajar SMK Ari Kurniawan (18).   

Tiga pelaku pembunuhan itu ditangkap oleh aparat Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang  di Jakarta, Jumat (27/2) dini hari.

Mereka adalah Yuda (22), warga Karanganyar, Muktiharjo Kidul, Semarang, Ahmad Ajib (19) dan Asep (19), warga Tandang, Tembalang.

Kepada polisi Yuda mengatakan awalnya tidak tahu kalau ia dijadikan buron  oleh polisi dengan kasus pembunuhan seorang siswa.

“Saya tidak tahu jadi buron, saya ke jakarta hanya untuk cari kerja,” katanya.

Lebih lanjut dia menceritakan,  penganiayaan yang berujung kematian itu bermula dari permasalahan sepele. Korban yang saat itu berboncengan sepeda motor bersama rekannya tanpa sengaja menabrak sepeda motor Yuda, saat melintas di Pandaean Lamper, Gayamsari.

“Saya tidak tahu apa-apa ditabrak sampai saya jatuh  dan motor juga kaki saya lecet,” jelas Yuda.

Kedua teman lain yang saat itu berada di belakang Yuda dan melihat kejadian itu tidak terima. Karena tidak terima akhirnya mereka mengejar korban yang saat itu berusaha kabur.

” Ajib dan Asep tidak terima dan mengejar korban dan akhirnya tertangkap,” ungkapnya.

Saat itu rekan korban berhasil melarikan diri sementara korban dibawa Ajib dan Asep ke rumah kos Yuda.

 “Sampai di kos, Ajib dan Asep bilang ini loh yang nabrak kamu,” ujarnya. 

Sampai dilokasi spontan Ajib dan Asep langsung memukuli korban. Yuda yang melihat emosi ikut memukuli korban serta dinjak-injak hingga tak sadarkan diri.

“Tahu dia (korban-red) sudah lemas dan berdarah, kira dibuang di pintu air manggis, saat itu dia masih hidup, makanya saat ditangkap dan bilang katanya sudah meninggal kami kaget,” ungkapnya.

Yuda menambahkan, sebenarnya dia tidak berusaha kabur, namun dia datang ke Jakarta untuk mencari kerja. Hal itu lantaran Yuda tidak tahu kalau korban meninggal.

“Saya ke Jakarta mau cari kerja,” ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol  Djihartono mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, sebelum dibunuh pelaku menganiayaan warga Jalan Kelinci,  Pandean Lamper, Gayamsari itu secara bersama-sama di rumah kos di daerah Pandean Lamper, Gayamsari. Petugas yang sudah menangkap dua pelaku di Semarang. Sedangkan ada pelaku lagi dilakukan penangkapan di Jakarta.

“Dua pelaku kita tangkap di Semarang, sedangkan Yuda ditangkap  di Jakarta Kamis (26/2),” katanya

Kasat Reskrim AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengarah dugaan keterlibatan pelaku lain.

“Terus kami dalami, sementara tiga orang itu yang terbukti bermasalah,” ujarnya.

Dalam kasus ini, ketiga pelaku itu dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. (BJ04)

 

 

Advertisements