Home Hukum dan Kriminal Pembongkaran Tower Seluler Ilegal Terkendala Anggaran Dana

Pembongkaran Tower Seluler Ilegal Terkendala Anggaran Dana

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 28/10 (BeritaJateng.net) – Banyaknya pengaduan masyarakat terkait berdirinya tower seluler ilegal di beberapa titik wilayah di Kota Semarang hanya bisa ditanggapi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang dengan upaya penyegelan. Hal ini dikarenakan anggaran pembongkaran tower ilegal belum kunjung turun.

“Setidaknya pembongkaran satu buah tower seluler membutuhkan dana sekitar Rp. 15-20 juta, itupun pelaksananya (pembongkar,Red.) adalah pihak ketiga,” ujar Kusnandir, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang.

Menurut Kusnandir, tower ilegal di kota Semarang jumlahnya mencapai puluhan yang di beberapa titik wilayah seperti Jatingaleh, Banyumanik, Kaligawe, Tugu, Ngaliyan dan masih banyak lagi.

“Langkah kami baru sebatas penyegelan. Kami juga masih menunggu rekom dari Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP). Mohon kepada warga untuk bersabar, kendala kami terkait mekanisme anggaran. Satpol PP tidak bisa bergerak sendiri tapi kami melibatkan pihak ketiga untuk pembongkaran. Semua keluhan warga akan kami tindak lanjuti,” papar Kusnandir.

Rencananya, lanjut Kusnandir, anggaran pembongkaran tower seluler ilegal akan turun pada akhir November.

“Saat ini kami masih menginventarisir tower-tower seluler ilegal di Kota Semarang, kemudian kami berikan surat peringatan ke pemilik tower. Untuk pembongkaran akan dilakukan setelah ada izin dari DTKP dan BPPT, dan setelah anggaran tower turun,” imbuhnya. (Bj)