Home Headline Pembongkaran PKL, Material Berserakan di BKT Jadi Rebutan Warga

Pembongkaran PKL, Material Berserakan di BKT Jadi Rebutan Warga

614
Warga Sambirejo memanfaatkan bongkahan material bangunan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur untuk dijual. 
       Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Material bangunan PKL di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari yang berserakan menjadi rebutan warga penghuni untuk mengambil besi-besi kolom bekas tiang atau pondosi bangunan.
      Besi-besi kolom yang masih melekat sebagai tiang beton dihancurkan ramai-ramai oleh warga dengan palu dengan tenaga manual. Setelah, besi kolom lepas dari bahan tiang penyangga atau pondasi, lalu dipotong-potong dan dikumpulkan dipersiapkan untuk dijual secara kiloan.
      Sugiono (56) penjual mi ayam dan bakso di bantaran BKT yang kiosnya ikut dihancurkan, Senin (9/4) mengaku masih memanfaatkan kesempatan untuk mengambil material yang masih bisa digunakan seperti, besi-besi kolom, untuk dijual.
      “Lumayan, besi kolom yang berserakan di antara reruntuhan bangunan di bantaran BKT ini, masih bisa diambil dan dikumpulkan. Lalu, akan saya jual Rp 4.000 per kg,” katanya di sela-sela mengais rezeki di antara reruntuhan bongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT.
      Menurutnya, selain besi kolom yang diambil dan dijual masih ada seng yang juga bisa dimanfaatkan untuk dijual. “Seng untuk atap atau untuk dinding yang berserakan juga saya kumpulkan dan saya jual,” tambahnya.
       Tetapi untuk kayu-kayu, kata Sugiono, tidak laku dijual, sehingga kayu-kayu yang masih bagus akan dibawa ke Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron Kecamatan Pedurungan.
      “Kayu-kayu balok yang masih lumayan nantinya akan saya bawa ke Penggaron untuk memperbaiki kios jualan mi ayam dan bakso di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron,” ucapnya.
       Pemandangan setelah bangunan tembok semi permanen di atas bantaran sungai BKT dirobohkan dengan alat berat begu, kelihatan ramai warga saling menggempur bongkahan-bongkahan pondasi untuk diambil besi kolom yang melekat menyatu dengan semen.
      Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan bahwa pembongkaran bangunan PKL di bantaran BKT di Jalan Unta Raya Kelurahan Sambirejo merupakan pembongkaran setelah Sabtu lalu dilakukan pembongkaran bangunan di Kelurahan Rejosari.
       “Kami menindaklanjuti pembongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT di Sambirejo setelah pembongkaran bangunan yang sama dilakukan di Kelurahan Rejosari,” ucapnya.
       Menurut Fajar, pembongkaran bangunan di atas tanggul bantaran BKT di Kelurahan Sambirejo berlangsung tertib. Semua penghuni ditampung di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron dan Pasar Klithikan di Pasar Waru.
       “Kami terus marathon melakukan pembongkaran-pembongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT untuk memperlancar pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur untuk mengatasi banjir dan rob di wilayah Kota Semarang bagian timur,” tambahnya. (El)
Warga Sambirejo memanfaatkan bongkahan material bangunan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur untuk dijual.