Home Lintas Jateng Pembongkaran Kios BKT Sebabkan Kemacetan Lalulintas

Pembongkaran Kios BKT Sebabkan Kemacetan Lalulintas

299
0
Pembongkaran Kios BKT Sebabkan Kemacetan Lalulintas
        Semarang, 13/3 (BeritaJateng.net) – Pembongkaran kios liar di atas bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di wilayah Kaligawe dengan alat berat begu cukup menegangkan dan sekaligus menarik perhatian warga sekitar.
        Kerumunan warga menyaksikan alat berat begu dengan mudah melakukan pembongkaran bangunan semi permanen di atas tanggul. Hanya dengan sekali belalai alat berat begu menyenggol tembok, bangunan tembok kios yang kelihatan kokoh pada roboh.
          Sementara pengendara yang melintas, memperlambat laju kendaraannya dan ikut menoleh ke arah alat berat begu yang beraksi mengobrak-abrik bangunan liar dengan mudah.
          Tetapi, kerumunan warga sekitar  dan petugas Dinas Perdagangan yang ikut menyaksikan pembongkaran, menimbulkan kemacetan lalu lintas di Jalan Sawah Besar Raya tersebut.
         Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memberikan apresiasi terhadap para PKL yang ikut mendukung program pemerintah terhadap pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) lantaran PKL ikut mendukung pembongkaran bangunan di atas bantaran BKT.
          “Saya memberikan apresiasi kepada para PKL di atas bantaran di wilayah Kelurahan Kaligawe yang ikut mendukung pembongkaran bangunan di atas bantaran BKT,” tegas Fajar Purwoto yang mengikuti jalannya pembongkaran 14 kios  bangunan permanen yang dirobohkan dengan alat berat begu, Selasa.
          Dikatakan jumlah kios yang ada di atas bantaran BKT Kaligawe ada 148 kios. Tetapi, Selasa kemarin yang dirobohkan baru 14 kios. Selanjutnya, para PKL menyatakan akan membongkar sendiri dengan batas waktu hingga Senin.
          “Saya memberikan waktu batas akhir hingga tanggal 20 Maret. Toleransi yang saya berikan ternyata disambut baik para PKL yang akan membongkar kiosnya masing-masing,” tambah Fajar.
         Menurut Fajar, para PKL tersebut sudah disediakan tempat relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron dan Pasar Waru. “Saya juga akan membuat shelter di Pasar Waru karena di sana sudah ada lahan kosong,” katanya.
         Setelah pembongkaran bangunan di atas bantaran di wilayah Kaligawe, akan menyusul lagi pembongkaran di wilayah Kelurahan Karang Tempel dan Sambirejo. “Insha Allah, pembongkaran di dua kelurahan tersebut, dilaksanakan pada Rabu,” katanya.
         Fajar berharap nanti pada tanggal 25 Maret, sepanjang jalan bantaran BKT sudah bersih dari bangunan liar PKL,  untuk akses keluar masuk kendaraan proyek. Lalu, April bergeser lagi ke Semarang Timur, karena di wilayah ini masih ada tiga kelurahan yang harus dibersihkan.
          Pembongkaran lapak PKL di atas bantaran BKT untuk percepatan pembangunan normalisasi BKT, menurut Fajar akan selesai hingga akhir April, sehingga menyambut bulan Ramadan, kawasan bantaran BKT sudah bersih dari bangunan liar. (El)