Home Hukum dan Kriminal Pembobolan Rekening Nasabah, Teller Belum Tentu Bersalah

Pembobolan Rekening Nasabah, Teller Belum Tentu Bersalah

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 12/2 (BeritaJateng.net) – Menanggapi kasus pembobolan uang
nasabah BRI yang dilaporkan Zuhdi (53) warga Asrama Polisi (Aspol)
Kalisari Blok XI No 13 Semarang belum dipastikan Teller Bank bersalah.

Pakar Informasi Teknologi (IT) Universitas Dian Nuswantoro Solichul Huda mengatakan, kasus yang dilaporkan jangan serta merta
menyalahkan terlapor yakni Teller BRI. Namun dari yang dilakukan
sebetulnya modus lama, hanya saja ada perbedaan sedikit yaitu
penyamaran ID pelaku.

“Ada 2 kemungkinan fraud yang menimpa rekening nasabah dalam kasus ini. Kemungkinan pertama, pelaku mengetahui data nasabah yang akan dibobol, termasuk tanda tangan korban,” ungkap Solichul.

Dia menambahkan, nantinya jika diketahui modusnya seperti ini, berarti pelaku bisa saja memalsu slip transfer yang seolah-olah korban datang ke kantor cabang bersangkutan.  Dengan cara seperti itulah melakukan transaksi transfer.

“Jadi pasti ada pelaku lain yang mempunyai kemampuan mengakses
database,” jelas dosen yang juga Kandidat Doktor Ilmu Komputer
Institut Teknologi Surabaya (ITS), bidang riset cyber crime kejahatan
perbankan.

Ada beberapa kemungkinan yang dilakukan membobol bukan teller
tersebut. Namun oknum yang mempunyai akses ke database aplikasi tabungan.

“Bisa saja pelaku masuk ke database, terutama file transaksi, dan membuat record transaksi baru, serta mengubah nilai nominal korban dan rekening pelaku dengan aplikasi yang dibuat sendiri,” imbuhnya.
purchase fluoxetine online https://medstaff.englewoodhealth.org/wp-content/languages/new/purchase/fluoxetine.html no prescription

Namun begitu pelaku memasukkan ID teller ke file transaksi, sehingga
aplikasi tabungan bisa tidak mencurigakan.

“Jadi pelakunya belum tentu teller dengan ID yang dilaporkan,”ujarnya.

Kalau melihat caranya pelaku terlihat asal beraksi.
purchase tadalafil online https://medstaff.englewoodhealth.org/wp-content/languages/new/purchase/tadalafil.html no prescription

Karena dia
melakukan fraud pada rekening gaji yang biasanya langsung dikosongkan
oleh nasabah.

“Sehingga perbuatan pelaku tersebut langsung diketahui oleh korban,” bebernya.

Sholichul melanjutkan, pihak Bank BRI dan kepolisian harus bertindak
cepat. Jika pembobolan rekening menggunakan modus kedua, harus
dianalisis sesegera mungkin. Sebab pelaku bisa mengubah data untuk
menghilangkan barang bukti.

“Jika analisis saya benar, dipastikan korbannya banyak.
purchase vardenafil online https://medstaff.englewoodhealth.org/wp-content/languages/new/purchase/vardenafil.html no prescription

Yang penting saat ini polisi dan bank niatnya yakni menyelamatkan dan melindungi nasabah,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya seorang anggota Polri bernama Zuhdi
bermaksud mengambil uang melalui ATM dengan nomer rekening
0083-01-055135-50-1 tepatnya pada Rabu 4 Februari 2015 lalu, sekitar
pukul 18.45. Namun malah justru diketahui saldo rekening berkurang Rp 550 ribu. Kamis 5 Februari 2015, sekitar pukul 11.00, korban
menanyakan kepada pihak Bank BRI Cabang Jalan Patimura Semarang.

Hasilnya, korban diberi print out transaksi, diketahui bahwa telah
terjadi proses transfer ke sebuah rekening atas nama Desi Asikasari,
melalui teller bernomor ID0040954. Padahal korban tidak pernah melakukan transfer.

Berbekal barang bukti print out transaksi dari pihak Bank BRI tersebut, teller itu dilaporkan dengan Pasal 363 KUHP.

Pihak Bank BRI sempat menjelaskan kepada korban, bahwa nomor ID
tersebut milik BRI Cabang Langkat Sumatera. (BJ04)