Home News Update Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Jateng Akhirnya Tuntas

Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Jateng Akhirnya Tuntas

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi (dok.)

Semarang, 14/11 (BeritaJateng.Net) – Proses pembentukan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng akhirnya tuntas dilakukan setelah sempat tertunda akibat konflik internal antarfraksi.

“Pembentukan alat kelengkapan dewan berdasarkan hasil kesepakatan bersama delapan fraksi sudah selesai ditetapkan pada rapat paripurna dan semua kepentingan dewan dapat diakomodasi,” kata Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Jumat (14/11).

Ia menjelaskan bahwa setelah alat kelengkapan dewan selesai dibentuk maka para anggota dewan dapat segera menjalankan tugas-tugas kedewanan.

Menurut dia, ada dua agenda pokok yang harus segera dilaksanakan anggota dewan yaitu pembahasan RAPBD Jateng 2015 dan enam rancangan peraturan daerah yang harus segera disahkan pada tahun ini.

“Kami akan bekerj keras siang malam untuk membahas RAPBD dan pengesahan enam raperda agar tidak ‘molor’ dari target yakni pada 27 November 2014,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Rukma mengungkapkan bahwa Koalisi Merah Putih yang semula meminta jatah delapan pimpinan komisi dan badan, akhirnya setuju harus berbagi dengan Koalisi Indonesia Hebat serta hanya mendapat enam kursi.

“Enam kursi itu terdiri atas tiga wakil ketua komisi, dua wakil ketua badan, dan satu sekretaris komisi,” katanya.

Anggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra Sriyanto Saputro yang ditemui terpisah mengaku lega karena alat kelengkapan dewan dapat terbentuk sempurna.

“Sekarang waktunya anggota dewan menunjukkan kinerjanya dalam mengabdi pada masyarakat Jateng,” ujar anggota Komisi A DPRD Jateng itu.

Ia menjelaskan bahwa empat fraksi yang sebelumnya melakukan aksi “walk out” pada rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan itu hanya ingin meluruskan tata tertib DPRD Jateng periode 2014-2019 yang telah disahkan.

“Tidak ada niatan untuk berselisih apalagi berkonflik di internal dewan,” katanya.

Jumlah anggota Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, dan Fraksi PKS yang melakukan “walk out” penetapan pembentukan alat kelengkapan dewan adalah 39 orang.

Jumlah anggota empat fraksi (Fraksi PDIP, Fraksi PKB, Fraksi PPP, dan Fraksi Demokrat) yang menerima hasil pembentukan alat kelengkapan dewan hanya berjumlah 61 orang sehingga masih kurang enam orang agar memenuhi kuorum dalam rapat paripurna penetapan APBD Jateng 2015.

Seperti diwartakan, Fraksi Gerindra (11 orang), Fraksi Golkar (sepuluh orang), Fraksi PAN (delapan orang), dan Fraksi PKS (sepuluh orang) melakukan aksi “walk out” pada rapat paripurna dengan agenda pembentukan alat kelengkapan dewan.

Keempat fraksi tersebut “walk out” karena menilai waktu penyerahan usulan nama anggota dewan yang akan ditugaskan di lima komisi itu terlalu singkat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pemilu 2014, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan meraih kursi terbanyak, yakni 27 kursi, disusul Partai Kebangkitan Bangsa dengan 13 kursi, dan Partai Gerindra dengan 11 kursi.

Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golongan Karya masing-masing memperoleh 10 kursi, Partai Demokrat sembilan kursi, Partai Amanat Nasional serta Partai Persatuan Pembangunan masing-masing meraih delapan kursi, serta Partai Nasional Demokrat mendapat empat kursi.

Dalam pembentukan fraksi DPRD Jateng, empat anggota dewan dari Partai Nasdem memilih bergabung dengan Fraksi PDIP. (ant/pri)