Home Lintas Jateng Pembangunan Lapak Sementara Tak Kunjung Selesai

Pembangunan Lapak Sementara Tak Kunjung Selesai

image

Semarang, 19/05 (BeritaJateng.net)-Sutarno, koordinator pembangunan lapak sepanjang Jalan Agus Salim dari depan Hotel Metro sampai traffic light Jalan Pekojan, mengatakan hingga saat ini lapak belum juga jadi. Pedagang kaki lima depan Matahari, dan lorong Johar tidak mengikuti aturan karena membangun sendiri-sendiri.

Sedangkan pedagang Toko menurutnya tidak dapat tempat. Ia mengatakan seharusnta pedagang asli Pasar Johar bagian utara bawah, korban terbanyak dan penghasilan terbesar yang diutamakan.Padahal untuk pedagang Toko, rata-rata minimal membeli 1 kios dengan harga Rp150 juta.

“Untuk membangun lapak ini, kami membangunnya atas biaya sendiri per kios kurang lebih Rp 300.000,-Swadaya itu dimaksudkan membangun bersama, dari jembatan sampai traffic light Jalan Pekojan kurang lebihnya ada 400 pedagang,”ujarnya

Ketua paguyuban Johar Utara, Zainal Arifin pemilik Toko Sakura yang terkena imbas kebakaran 3 kios di pasar Johar dan 4 kios di YAI, namun barang terselamatkan. Kios terdapat di kawasan Johar, YAI Permai, YAI Baru dan Kanjengan, dua diantaranya sudah tidak bisa digunakan untuk berdagang.

Menurut informasi Zainal, ada 12 blok, per blok ditawarkan untuk membangun sendiri, namun kendalanya ada pada tukang, Sumber Daya Manusia (SDM), sebab jika diborongkan lebih mahal. Akhirnya per blok menyerahkan pada organisasi yang di Johar Utara. Dengan jumlah 3 tukang dapat selesai selama 3 hari per lapak.

“Kendalanya ada pada dana, apabila disuruh membayar kontan, anggota belum mempunyai uang. Maka ada salah satu pedagang yang menalangi, salah satunya pengurus. Kurang lebih 340 pedagang dengan ukuran lapak 150 x 175 dengan catatan yang memiliki kios 3 mendapat 1 lapak, sedangkan yang memiliki kios lebih dari 3 mendapat 2 lapak”, ungkapnya.

Oleh karena itu sampai saat ini pembangunan lapak Johar Utara belum selesai. (Mg-1)