Home Lintas Jateng Pembangunan Lapak Pasar Dargo Diduga Gunakan Kayu Limbah

Pembangunan Lapak Pasar Dargo Diduga Gunakan Kayu Limbah

 

Semarang, 29/11 (BeritaJateng.net) – Pembangunan lapak bagi pengrajin batu akik di Pasar Dargo Semarang dipastikan molor akibat keterlambatan material. Selain molor, dari tinjauan lapangan, bahan baku material kayu yang digunakan untuk lapak diduga tak sesuai spek karena banyak yang kropos dan dimakan rayap layaknya limbah kayu.

Pemerintah kota Semarang telah mengalokasikan lewat anggaran perubahan 2015 untuk renovasi pasar Dargo sebagai pasar batu mulia kota Semarang.

Jumlah anggaran sendiri sekitar Rp. 150 juta yang digunakan untuk penataan dan pembuatan lapak bagi pengrajin serta pengasah batu akik di lantai 2 pasar Dargo.

Dari pantauan Beritajateng.net sampai saat ini pekerja proyek masih melakukan pembuatan sekat lapak bagi para pengrajin batu dan yang cukup ironis, terlihat material kayu maupun kayu lapis untuk pembuatan lapak tersebut nampaknya memiliki kualitas yang sangat kurang atau dibawah spek.

DSCF1284
Material kayu yang digunakan untuk pembangunan pasar Dargo diduga merupakan kayu limbah.

Selain kayu lapis yang dipakai ukurannya tipis, bahan baku kayu yang dipakai juga tidak layak karena banyak yang keropos dan dimakan rayap. Dengan fakta dilapangan ini, diperkirakan bahan baku yang dipakai merupakan kayu limbah atau bukan dari kayu utuh.

Sementara salah satu pekerja proyek tersebut, Sulimin mengatakan, pengerjaan lapak dilantai 2  pasar Dargo dipastikan molor hingga bulan Desember 2015. “Padahal sesuai rencana, seharusnya lapak pengrajin batu pasar Dargo harus sudah rampung di bulan November 2015 ini,” paparnya.

Terlebih pengerjaan lapak baru dimulai baru sekitar 2 minggu yang lalu akibat keterlambatan kedatangan material dengan kondisi tersebut, dirinya memperkirakan pembuatan lapak baru bisa selesai pada awal atau pertengahan Desember 2015. “Apalagi sejak pertama hingga sekarang, jumlah pekerjanya hanya terdiri dari 2 orang saja,” ujar Sulimin.

Menurutnya, dengan anggaran sekitar Rp. 150 juta, jumlah lapak terdiri dari 14 unit berukuran 1,8 meter persegi. Sampai sekarang jumlah pengrajin batu akik  aktif di lantai 2 pasar dargo hanya tingga 14 orang seiring menurunnya trend batu akik. (Bj)