Home Ekbis Pembangunan Kilang RFCC Pertamina Hampir Selesai

Pembangunan Kilang RFCC Pertamina Hampir Selesai

Cilacap, 29/11 (BeritaJateng.Net) – Proyek pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) di Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, hampir selesai, kata Pejabat Sementara General Manager Pertamina RU IV Cilacap Jadi Purwoko.

"Terkait RFCC, saat ini kami sudah mulai ‘black star up’ (BSU). Jadi, pabriknya sudah mulai dipanasi, gampangnya seperti itu," katanya di Cilacap, Sabtu (29/11) siang.

Jadi mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela pembukaan "Pertamina Expo" di Gedung Patra Graha, Pertamina RU IV Cilacap.

Selanjutnya pada bulan Maret 2015, kata dia, minyak diharapkan mulai masuk ke kilang RFCC untuk diolah.

"Bulan Juni diharapkan sudah berproduksi," kata dia yang juga Senior Manager Operation Manufacturing Pertamina RU IV Cilacap.

Menurut dia, hingga saat ini, proyek pembangunan kilang RFCC tersebut sudah sekitar 92 persen.

"Kita hanya ‘delay’ (mengalami kelambatan) sekitar 6 persen, saat ini," katanya.

Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap merupakan salah satu dari enam kilang Pertamina dengan kapasitas produksi terbesar, yakni 348 ribu barel per hari.

Kilang yang memiliki fasilitas terlengkap ini bernilai strategis karena memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

Produk yang dihasilkan Pertamina RU IV Cilacap tidak hanya BBM, tetapi juga non-BBM dan petrokimia.

Sementara itu, proyek RFCC yang menggunakan technology licensor UOP dan AXENS dengan nilai investasi sebesar 1,4 miliar dolar Amerika Serikat, akan meningkatkan kapasitas Kilang Cilacap sebanyak 62.000 barel per hari.

Proyek RFCC yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2015 itu diharapkan dapat meningkatkan produksi "gasoline" sebesar 1,9 juta kiloliter per tahun, meningkatkan produksi elpiji sebanyak 352.000 ton per tahun, dan akan memproduksi produk "propylene" sebesar 142.000 ton per tahun.

Produksi "propylene’ tersebut diharapkan dapat menambah pasokan untuk kebutuhan petrokimia pada industri plastik domestik yang selama ini bergantung pada impor. (ant/pri)